Home Hukum dan Ekonomi Incoterms 2010 Dalam Perdagangan Internasional

Incoterms 2010 Dalam Perdagangan Internasional

701
0

Pada Tahun 2010, Perum BULOG telah melaksanakan kegiatan impor sejak 2 tahun terakhir, tentu dalam kegiaan impor tersebut sangat kompleks. Karena melibatkan beberapa kementrian, supplier, bea cukai hingga pelaku jasa pembongkaran kargo di pelabuhan. Disini saya tidak akan membahsa mengenai mengapa dan alasan dibalik Perum BULOG melakukan impor, akan tetapi system transportasi dan ketentuan pengiriman yang biasa digunakan dalam perdagangan internasional. Hal ini dikarenakan oleh karena kegiatan impor sangat erat kaitannya dengan transaksi perdagangan Internasional yang cukup beresiko karena adanya: batasan waktu, kendala dalam perjalanan, peraturan, formalitas kepabeanan, perbedaan valuta, credit risk, country risk, foreign exchange risk dan documentary risk.

Dalam perdagangan internasional biasanya pihak pihak yang terlibat dalam yaitu: Seller, buyer, bank, shipping company, insurance, dll. Tahapan dalam perdagangan Internasional dapat dibagi kedalam empat tahapan besar yaitu:

  1. Perundingan dan Perjanjian Dagang (sales contract): dalam perjanjian ini kedua belah pihak (buyer dan seller) merundingkan harga barang/komoditi yang akan diperjual-belikan, cara pembayaran, sarana dan metode transportasi yang digunakan.
  2. Metode Pembayaran: dalam perdagangan internasional, metode pembayaran yang sering digunakan antara buyer dan seller adalah L/C atau Non L/C yang melibatkan Bank.
  3. Pengiriman Barang dan Dokumen: setelah dokumen lengkap dan barang telah siap untuk dikirimkan serta buyer telah melaksanakan kewajibannya untuk membayar barang senilai yang diperjanjikan, seller akan mengirimkan dokumen dan barang di pelabuhan/terminal yang ditunjuk
  4. Settlement: merupakan langkah-langkah yang diambil jika terjadi perselisihan dalam perdagangan internasional.
  1. Incoterms 2010.
  2. Incoterms (International Commercial Terms) atau aturan-aturan dalam perdagangan Internasional yang diterbitkan oleh Internasional Chamber of Commerce (kamar dagang internasional) dengan tujuan untuk menciptakan seperangkat peraturan internasional untuk keseragaman pengertian agar tidak terjadi kesalahan dalam mengartikan istilah-istilah yang umum dipergunakan dalam perdagangan Internasional.
  3. ICC selaku lembaga yang mengatur perdagangan Internasional, telah menerbitkan Incoterms dengan perubahan dalam praktek perdagangan internasional (1953,1967, 1980, 1990, 2000 dan 2010)
  4. Dalam Incoterms 2010, terdapat beberapa perubahan dalam Incoterms sebelumnya (Incoterms 2000) dimana istilah DAF, DES, DEQ dan DDU dihilangkan dan ditambahkan dua Islitlah baru yaitu DAT (delivery at terminal), dan DAP (Delivery at place)
  5. Secara umum, Incoterms mengatur mengenai hak dan kewajiban kedua belah pihak, biaya dan resiko dalam pengiriman barang dari penjual dan pembeli. Akan tetapi, Incoterms 2010 tidak mengatur:
  6. Isi kontrak kedua belah pihak;
  7. Menggantikan hukum yang mengatur kontrak;
  8. Menentukan dimana barang dipindahkan, dan
  9. Alamat pembayaran, kurs atau aturan penbayaran.
  10. Incoterms 2010 dibagi dalam empat bagian, yaitu:
  11. Aturan mengenai tempat keberangkatan;
  12.  EXW-Ex Works: merupakan jenis pengangkutan yang mewajibkan Seller (penjual) menyerahkan barang di gudangnya sendiri, dan merupakan kewajiban buyer (pembeli) untuk mengangkut atas biaya dan resiko dari pembeli. Nominasi kapal nda asuransimerupakan tanggung jawab pembeli.
  13. Aturan mengenai alat pengangkut utama (Biaya Pengapalan tidak dibayarkan)
  14. FCA-Free Carrier: merupakan metode pengangkutan yang mengatur kewajiban penjual terbatas hanya sampai pada tempat yang disepakati. Biaya alat angkut (pengapalan, kereta, mobil dll) tidak termasuk dalam komponen pembayaran. Pembeli berkewajiban untuk mencari saran pengangkut. metode ini biasanya dipilih pada multi moda transportasi (contoh: FCA Stasiun Kereta Gedebage, Bandung.)
  15. FAS-Free Alongside Ship: kewajiban penjual mengantarkan barang hingga ke sisi lambung kapal. Dari tempat tersebut, merupakan kewajiban pembeli untuk mengangkut barang ke atas kapal, biaya pengangkutan (shipping) hingga pembayaran asuransi. Dalam artian segala pengangkutan, kerusakan dan kehilangan kargo menjadi resiko pembeli.
  16. FOB-Free on Board: kewajiban penjual untuk mengantarkan dan mengangkut barang hingga ke dalam lambung kapal. Biaya pengangkutan barang dari dermaga ke dalam lambung kapal menjadi tanggung jawab penjual. Biaya pengapalan (shipping) dan asuransi menjadi tanggung jawab pembeli.
  17. Aturan mengenai alat pengangkut utama (Biaya pengapalan dibayarkan)
  18. CFR-Cost and Freight: Penjual berkewajiban untuk mengantarkan barang dari pelabuhan muat hingga pelabuhan bongkar. Biaya pengangkutan dari dermaga ke kapal, hingga biaya pengapalan ke pelabuhan tujuan menjadi tanggung jawab penjual. sedangkan asuransi menjadi tanggung jawab pembeli.
  19. CIF-Cost Insurance and Freight: Sama dengan CFR, plus biaya asuransi ditanggung oleh Seller (penjual)
  20. CPT-Carriage Paid To: penjual berkewajiban untuk mengantarkan barang hingga tempat yang disepakati, pengapalan menjadi tanggung jawab pembeli, akan tetapi penjual harus membayar biaya pengangkutan hingga nama tempat tujuan.
  21. CIP-Carriage and Insurance Paid To: Sama dengan CPT, plus biaya asuransi ditanggung oleh Seller (penjual)
  22. Aturan mengenai Kedatangan Muatan/Kargo (penyerahan barang)
  23. DAT-Delivery at Terminal: Penjual menyerahkan barang pada terminal yang disepakati. Terminal dimaksud termasuk dermaga, gudang, lapangan container, jalanan, jalur kereta dan kargo udara. Biaya angkut, pembongkaran barang dan asuransi ditanggung oleh penjual.
  24. DAP-Delivery at Place: Penjual menyerahkan barang pada Tempat yang disepakati. Tempat dimaksud harus dijelaskan secara jelas dalam kontrak.
  25. DAD-Delivery Duty Paid: penjual menyerahkan barang ke gudang pembeli. Segala pengurusan dokumen, asuransi biaya pengapalan sampai dokumen ekspor impor merupakan kewajiban penjual.
  • Metode Pembayaran (Method of Payments)

Dalam perdagangan internasional, dikenal empat (4) macam metode pembayaran yaitu:

  1. Advance Payment: adalah suatu bentuk pembayaran yang dilakukan oleh pembeli kepada penjual sebelum barang dikirim. Bank tidak bertanggung jawab dalam transaksi ini melainkan Bank hanya diminta jasa oleh pemneli kepada penjual. transaksi ini dilakukan karena bargaining position penjual lebih kuat. Resiko dalam transaksi ini ditanggung oleh pembeli.
  2. Open Account: adalah suatu bentuk pembayaran yang dilakukan oleh pembeli kepada penjual setelah barang dikirim oleh penjual. bank tidak bertanggung jawab dalam transaksi ini melainkan hanya diminta jasanya oleh pembeli untuk mengirim uang kepada penjual. transaksi ini dilakukan karena bargaining position pembeli lebih kuat. Resiko dalam transaksi ini ditanggung oleh penjual.
  3. Consigment: adalah suatu bentuk pembayaran dimana barang dikirim dan ditipkan kepada Agent penjual yang nantinya barang tersebut akan dijual kepada pembeli. Bank tidak bertanggungjawab dalam transaksi ini melainkan hanya diminta jasanya oleh agent untuk mengirimkan uang kepada penjual. reseiko dalam transaksi ini ditanggung oleh penjual yait bila barang tidak laku dijual, barang sudah laku terjual namun uangnya tidak diserahakan kepada penjual.
  4. Collection: adalah suatu transaksi dagang yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli, dalam hal ini penagihan pembayaran/pengiriman dokumen melalui jasa bank. Bank hanya sebagai perantara tidak menjamin pembayaran atas transaksi ini.
  5. Letter of Credit: merupakan surat jaminan pembayaran dari opening bank kepada pihak eksportir, selama eksportir menyerahkan dokumen sesuai dengan syarat dan kondisi L/C.
  • Shipping
  • Dalam pengapalan sebuah kargo/muatan kapal dilaksanakan oleh perusahaan pelayaran (shipping company). Berdasarkan frequansi berlayarnya, Perusahaan Pelayaran terbagi dua, yaitu:
  • Regular Line Service: yaitu perusahaan pelayaran yang mempunyai trayek pelayaran dan jadwal perjalanan kapal yang tertentu dan teratur. Mempunyai daftar tariff angkutan (freight) yang tetap dan berlaku umum dan mempunyai syrat-syarat dan perjanjian pengangkutan yang bersifat tetap dan berlaku umum
  • Tramper Service: Pelayaran tidak tetap dan teratur yaitu bentuk usaha pelayaran bebas, yang tidak terikat oleh ketentuan-ketentuan formal apapun, dan membawa muatan apa saja.
  • Tanggung jawab dan kewajiban pihak yang terkait dengan shipment:
  • Pengirim Barang (Shipper, Consignor) bertanggung jawab menyiapkan barang (cargo) sesuai jadwal pengapalan, menyiapkan barang (cargo) dengankemasan yang laik laut (seaworthy packing) dan membayar uang tambang sesuai ketentuan bila freight prepaid;
  • Pengangkut (Carrier) bertanggung jawab mnerima barang  (cargo) dari pengirim barang (shipper) untuk diserahkan kepada penerima barang (consignee), melaksanakan pengangkutan barang (cargo) dari pelabuhan muat ke pelabuhan tujuan atau pelabuahn perantara dan megeluarkan/menerbitkan dokumen pengapalan sesuai ketentuan.
  • Penerima Barang (Consignee) bertanggung jawab menerima barang (cargo) di pelabuhan tujuan dnegan menyerahkan Dokumen Pengapalan (B/L) dan membayar uang tambang sesuai ketentuan bila “freight collect”
  1. KESIMPULAN DAN SARAN:
  2. Sukses tidaknya perdagangan internasional tidak hanya bergantung pada metode pembayaran dan pengiriman barang, akan tetapi dimulai sejak negosiasi kontrak dilakukan antara kedua belah pihak yang memuat hak dan kewajiban serta aturan yang detail jika terjadi dispute (perselisihan hukum).
  3. Dengan terbitnya Incoterms 2010 yang di sahkan  oleh Internasional Chamber of Commerce (kamar dagang internasional) yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2011, menggantikan dan melengkapi Incoterms sebelumnya (Incoterms 2000) dan menjadi pedoman umum bagi proses ekspor impor, dengan tujuan untuk menciptakan seperangkat peraturan internasional untuk keseragaman pengertian agar tidak terjadi kesalahan dalam mengartikan istilah-istilah yang umum dipergunakan dalam perdagangan Internasional.
  4. Ada dua metode pengiriman barang yang dapat digunakan dalam proses importasi Perum BULOG baik Beras maupun Gula Kristal Putih yaitu FOB dan CFR.
  5. Metode Pengiriman barang dengan FOB mempunyai keunggulan yaitu: Pihak pembeli (Perum BULOG) dapat menentukan kapal yang akan digunakan, jika terjadi kekurangan barang di pelabuhan bongkar pembeli akan lebih mudah melakukan klaim kepada shipowner, karena antara importir dan shipping company terdapat kontrak antara kedua belah pihak dan biasanya shipping company berasal dari negara importer. Kekhawatiran akan kurangnya shipping company dapat diatasi dengan memesan jauh hari sebelumnya. Mengenai pengadaan jasa pengangkutan, SDM Perum BULOG mempunyai pengalaman mumpuni dalam pengadaan barang dan jasa.
  6.  Metode Pengiriman barang dengan CFR mempunyai keunggulan yaitu: Pihak pembeli (Perum BULOG) tidak dapat menentukan kapal yang akan digunakan, akan tetapi dapat merekomendasikan nominasi kapal yang akan digubnakan. Akan tetapi,  jika terjadi kekurangan barang di pelabuhan bongkar, pembeli akan lebih susah melakukan klaim kepada shipowner karena antara importir dan shipping company tidak terdapat kontrak antara kedua belah pihak. Untuk memudahkan dalam melakukan klaim kepada shipping company jika terjadi shortlanded dan wet/damage cargo, dalam shipping instruction dapat dimasukkan special instruction tentang pencantuman alamat shipowner dan forwarding agent, hal tersebut dapat dinegosiasikan dalam sales contract.
  7. Metode pembayaran yang digunakan selama ini merupakan metode pembayaran yang paling baik dan mengcover kepentingan kedua belah pihak. Oleh karena Letter of Credit merupakan surat jaminan pembayaran dari opening bank kepada pihak eksportir, selama eksportir menyerahkan dokumen sesuai dengan syarat dan kondisi L/C.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here