Home Travel Grain Marketing and Logistics Management (Disarikan Dari Laporan Training di...

Grain Marketing and Logistics Management (Disarikan Dari Laporan Training di USA)

453
2
Awardee Berkesempatan Mengunjungi FGIS (Federal Grain Inspection Service) Lembaga Yang Mewadahi Antara Pembeli dan Penjual Perihal Kualitas Sebuah Komoditas Biji-bijian di Amerika.

Pada tanggal 17 – 30 September 2016, telah diikuti program pelatihan Grain Marketing Intelligence yang disponsori oleh Cohcran Fellowship di USA. Peserta adalah Liesa Pratiwi, Seymour Magabe, Gandi Prarista, Rahmatullah, Bagus Wirahadi Sutana, dan Faisal Rizki (Awardee) dari Perum BULOG.  Peserta Cochran Fellowship Program berkesempatan mengunjungi beberapa tempat yaitu: Iowa State University, USDA, Arkansas State University, Rice Land Company, De Long Company dan ADM Company.

Materi berikut mencakup materi kuliah dan pelatihan (sebagaimana terlampir) serta beberapa usulan yang dikelompokkan sesuai proses bisnis Perum BULOG.

Overview Komoditas Biji-bijian di Amerika

Jagung

Jagung merupakan komoditas tanaman pangan terbesar yang diproduksi di Amerika Serikat, dimana sebagian besar dipergunakan untuk sumber pakan peternakan. Jagung di Amerika Serikat juga dipergunakan untuk memproduksi ethanol, gula, bahan baku makanan seperti sereal dan hasil sampingan (by product).

Awardee Mengunjungi Iowa Corn, Assosiasi Yang Mewadahi Para Petani Jagung di Iowa

Amerika Serikat merupakan salah satu pemain besar dalam perdagangan jagung dunia, dimana 10 – 20% produksi jagung mereka diekspor ke berbagai negara dan memiliki pangsa pasar sebesar 40% dalam perdagangan jagung dunia. Produksi jagung di Amerika Serikat terkonsentrasi di daerah tengah (midwest) yaitu Illinois, Iowa, Indiana, South Dakota bagian timur, Nebraska, Kentucky bagian barat dan Ohio. Daerah produsen jagung terbesar di Amerika Serikat  adalah Iowa dan Illinois yang memproduksi sepertiga dari total produksi jagung Amerika Serikat.

Kedelai

Awardee Mengunjungi Ruangan Khsusus Untuk Menginspeksi Kualitas Kedelai Sebelum Masuk Ke Area Pelabuhan

Kedelai merupakan komoditas kedua tertinggi yang ditanam di Amerika setelah jagung. Kedelai olahan merupakan sumber terbesar dari protein untuk pakan ternak dan sumber kedua terbesar untuk minyak sayur. Amerika Serikat merupakan salah satu produsen dan eksportir terbesar kedelai di dunia. Sebagian besar kedelai di Amerika ditanam pada bulan Mei dan awal Juni serta dipanen pada bulan September – Oktober. Lebih dari 80% produksi kedelai di Amerika terkonsentrasi di daerah Midwest yaitu Illinois, Indiana, Iowa, Kansas, Michigan, Minnesota, Missouri, Nebraska, North Dakota, Ohio, South Dakota, dan Wisconsin.

Beras

Awardee Berkesempatan Mengunjungi Pusat Survei dan Inspeksi Beras di Kota Kansas

Beras di Amerika diproduksi di empat daerah, yaitu:

  • Arkansas Grand Prairie,
  • Mississippi Delta, (sebagian dari Arkansas, Mississippi, Missouri, dan Louisiana);
  • Gulf Coast (Texas and Southwest Louisiana); dan
  • Sacramento Valley of California.

Daerah tersebut memiliki spesialisasi dalam hal tipe beras yang ditanam. Beras long grain biasa ditanam di daerah selatan dan memiliki prosi sebesar 70% dari beras yang dihasilkan di Amerika Serikat. Musim tanam biasa dimulai di bulan Maret hingga Mei bergantung pada daerah yang akan ditanami, sedangkan musim panen dimulai pertengahan bulan Juli dan puncak panen pada bulan September hingga awal Oktober.

Grain Procurement di Amerika Serikat

ADM Merupakan Pembeli dan Eksportir Besar Biji-bijian Khsususnya Jagung di USA Yang Akan di Ekspor Ke Luar Negeri

Proses pengadaan (procurement) komoditas di Amerika seperti beras, jagung, kedelai dan gandum sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar. Pasarlah yang menentukan harga komoditas antara pembeli dan petani. Harga komoditas biasanya mengacu pada harga pada Chicago Board of Trade (CBOT) yang juga dipengaruhi oleh harga bahan bakar, cuaca, stabilitas politik, isu internasional, dll.  Pada saat musim panen, petani di Amerika dapat langsung menjual komoditas pertanian kepada pedagang atau menyimpan terlebih dahulu di dalam silo yang terdapat di sekitar ladang pertanian (on farm storage). Penjualan secara langsung kepada pedagang dapat diurutkan sebagai berikut:

  1. Petani menjual kepada pedagang yang berlokasi di sekitar area pertanian (local elevator)
  2. Local Elevator yang tersebar di beberapa lokasi kemudian mengirim ke penyimpanan yang lebih besar (Country Elevator)
  3. Setelah terkumpul di Country Elevator, komoditas tersebut kemudian dikirim ke bagian sub terminal elevator dengan pilihan melalui jalur anak sungai, terminal kontainer yang berhubungan dengan jalur kereta atau jalan bebas hambatan (highway) tergantung pada lokasi pertanian dan infrastruktur yang dibangun yang menjadi preferensi bisnis pedagang.
  4. Terakhir, setelah komoditas dikirim baik melalui darat (kereta dan truk) maupun barge (tongkang), komoditas tersebut kemudian dikapalkan ke negara tujuan ekspor.

Keterangan Mengenai Grain Procurement dapat dilihat pada gambar:

Kebijakan Ekspor Komoditas

Ilustrasi Bongkar Muat di Pelabuhan

Menurut data dari Maritime Strategies International, Howe Robinson Research, komoditas ekspor biji-bijian termasuk jagung, kedelai, beras, gandum menyumbang 10-11% komoditas dunia yang diperdagangkan dengan menggunakan angkutan curah. Dengan besarnya angka ekspor tersebut dan keinginan untuk mencatat seluruh kegiatan ekspor komoditas ke luar negeri, maka ekspor komoditas di Amerika diatur ketat dengan dikeluarkannya regulasi berikut:

  1. Agricultural Trade Act of 1978 as added by the Food,
  2. Agriculture, Conservation and Trade Act of 1990,
  3. Public Law 101-624 (7C.F.R. 20) dan
  4. Section 7(g) of the Export Administration Act of 1979, Public Law 96-72.

Salah satu yang menjadi kewajiban pedagang selaku eksportir adalah kewajiban untuk mengisi laporan ekspor meliputi: nama komoditas, jumlah dan  tujuan negara yang tercantum dalam formulir sebagai berikut:

  1. Form FAS-97, “Report of Optional Origin Sales
  2. Form FAS-98, “Report of Export Sales and Exports
  3. Form FAS-99, “Contract Terms Supporting Export Sales and Foreign Purchases
  4. Form FAS-100, “Report of Exports for Exporter’s Own Account

Denda dari kelalaian dalam melaporkan kegiatan ekspor kepada sekretaris bidang pertanian (Secretary of Agriculture) adalah sebesar paling banyak USD. 2,500 dan penundaan sementara aktifitas ekspor selama 270 hari.

Ekspor dan Impor dan seluruh kegiatan di dalamnya seluruhnya dilakukan oleh para pedagang swasta seperti ADM Company, De Long Company atau Cargil Company. Peran pemerintah hanya mengawasi dengan mengeluarkan lisensi dan sertifikasi keahlian seperti quality control,  lisensi ekspor dll. Tidak adanya lembaga/badan pemerintah yang berfungsi seperti BULOG mengharuskan BULOG berhubungan dengan perusahaan tersebut pada saat akan melaksanakan importasi komoditas (Jagung, Kedelai dan Beras). Sehingga, Sales and Purchasing Contract melalui skema G to G untuk perdagangan komoditas hampir tidak dikenal, dimana pedagang lebih sering menggunakan skema Business to Business ataupun Business to Government.

Kunjungan ke Pabrik De Long Company

Jenis Kontrak Pembelian Komoditas

Secara garis besar, terdapat dua macam kontrak yang di buat oleh pedagang dalam perdagangan komoditas di Amerika. Pertama dalam kaitannya pada saat proses pengadaan  dengan petani lokal dan yang kedua adalah dalam kaitannya pada saat melakukan ekspor dengan pembeli. Kontrak tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Macam-Macam Kontrak antara Pedagang dengan Petani:
    1. Elevator cash contracts Kontrak pembelian komoditas pertanian, biasanya dari produsen.
    2. Basis contract Sebuah kesepakatan dimana komoditas diantarkan dan terlebih dahulu pada local elevator. Kesepakatan mengatur hal hal mendasar tentang kualitas  akan tetapi harga akan datang (future price) belum ditentukan. Kemudain produsen megatur dimana dan kapan menentukan harga future price dan pada saat itu produsen akan menerima harga future price yang disepakat dengan pedagang.
    3. Delayed payment contract a – Sebuah perjanjian di mana harga ditetapkan dan komoditas telah diserahkan, tetapi pembayaran ditunda sampai ditentukan berikutnya. Hal ini digunakan untuk menggeser penghasilan kena pajak dalam tahun berikutnya
    4. Forward contract – Kontrak Forward – Sebuah perjanjian yang mengharuskan produsen untuk menyerahkan jumlah tertentu dan kualitas komoditas ke pengepul pada waktu dan lokasi tertentu untuk harga yang tekah disepakati sebelumnya.
    5. Hedge-to-arrive-contract – Kontrak Transaksi Lindung Nilai – Sebuah perjanjian di mana produsen memilih satu bulan kontrak masa depan dan menetapkan harga futures sebuah komoditas. Ketentuan-ketentuan tambahan akan ditentukan pada kebijaksanaan produsen. Harga produsen adalah harga futures dikurangi harga dasar. Kontrak Transaksi Lindung Nilai sering dapat diterapkan pada bulan ke depan dalam kontrak berjangka, dalam hal ini pengepul juga melakukan transaksi lindung nilai.
    6. Minimum price contract – Kontrak harga minimum – Sebuah perjanjian di mana harga jual minimum telah ditetapkan. Produsen mendapatkan jaminan baik harga tunai saat ini atau harga jual minimum,  manapun yang lebih besar. Dalam pertukaran untuk jaminan harga minimum produsen harus membayar biaya ukurannya sama dengan premi opsi.
    7. Offer contracts – Kontrak Penawaran – Seorang produser menandatangani kontrak dengan local elevator menunjukkan keinginannya untuk menjual sejumlah komoditas dengan jumlah tertentu secara tunai dengan harga tertentu kapanpun komoditas tersebut mencapai harga yang ditentukan.
    8. Price-later (delayed price) contract – Harga-kemudian (harga tertunda) kontrak – Sebuah perjanjian di mana komoditas diserahkan  tapi harga ditetapkan kemudian pada kebijaksanaan produsen. Harga untuk produsen pada hari tertentu adalah harga tunai dikurangi biaya pelayanan.
  • Kontrak antara Pedagang dengan Pembeli

Pada saat melakukan pembelian komoditas di Amerika, umumnya para pedagang mengandalkan jasa broker/agen yang berada pada negara pembeli berasal atau di negara terdekat tempat broker/agen tersebut berkantor. Hal ini sebagai bentuk perpanjangantanganan pedagang dan juga lebih memudahkan untuk berkoordinasi yang sifatnya adminsitratif. Hal yang menarik dalam pembuatan sales and purchasing contract dengan seller/supplier dari negara dengan tingkat  perekonomian yang maju atau mekanisasi pertanian yang modern adalah menjadi sebuah kebiasaan untuk membuat kontrak yang sederhana dan tidak berbelit-belit dalam pengaturan hak dan kewajibannya. Hal ini didasari pada adanya kesamaan niat untuk memenuhi kewajiban para pihak dan mengedepankan integritas dalam pelaksanaan kontrak. Selain itu, karena type kontrak yang digunakan adalah mengacu pada hukum (common law) hukum inggris maka pembuatan kontrak sangat simpel untuk pengaturan yag lebih detail biasanya mengacu pada ketentuan dalam kesepakatan dan term yang sering digunakan dalam kontrak perdagangan internasional, GAFTA misalnya. Kontrak yang sangat detail mengatur hak dan kewajiban dan berbagai macam ancaman pengenaan sanksi tidak biasa dilakukan dalam perdagangan internasional, karena berdampak pada penambahan harga.

Meskipun BULOG sebagai pembeli dan Pedagang selaku penjual menetapkan GAFTA (Grain And Feed Trade Agreement) sebagai aturan yang memayungi pelaksanaan kontrak, akan tetapi kedua belah pihak juga dapat menentukan lain atau mengesampingkan ketentuan dalam peraturan GAFTA tersebut, selama diatur dalam Sales and Purchase Contract, aturan tersebut menjadi undang undang bagi para pihak untuk melaksanakannya (Pasal 1338 KUHPer).

Grain Handling and Transportation in USA

Ekspor komoditas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari surplus hasil pertanian Amerika. Sepanjang 40 tahun terakhir terdapat pengingkatan angka ekspor hasil pertanian secara signifikan. Dari 7.9 bbu (197.000.000.000 MT) ditahun 1978 menjadi 14 bbu (350.000.000.000 MT) di tahun 2013. Dengan meningkatnya hasil produks pertanian setiap tahunnya, maka membutuhkan sisitem trasnportasi yang efektif dan efisien.

Kebutuhan akan transportasi berasal dari tingginya produksi dan konsumsi komoditas pertanian yang menciptakan permintaan jasa transportasi. Setiap perubahan dalam rantai psaokan atau permintaan dari konsumen dapat mempengaruhi efisiensi sistem dan kapasitas transportasi. permintaan transportasi pertanian jangka pendek dipengaruhi oleh gangguan transportasi yang berhubungan dengan cuaca, variasi dalam ukuran tahunan tanaman dan lokasi, waktu tanam dan panen, pola perdagangan global, kekhawatiran kualitas tanaman, persaingan di produksi oleh negara-negara lain, dan fluktuasi harga komoditas.

Grain handling dan sistem transportasi komodtias pertanian di Amerika terbagi dalam tiga bagian, yiatu: melalui truk kontainer, rel kereta dan barge (kapal tongkang).

  • Truck (Truk):
Truk Kontainer Yang Berisi Jagung Tujuan Ekspor

Jasa truk digunakan untuk jalur distribusi yang terletak jauh dari aliran sungai missisipi dan missouri. Untuk komoditas dengan tujuan ekspor, distribusi produk pertanian dengan menggunakan truk menjadi pilihan yang tepat terutama untuk mencapai daerah export elevator di bagian barat Amerika seperti: Pacific Northwest dan California, dimana daerah tersebut ditujukan untuk pasar ekspor negara asia timur seperti: Jepang, China dan Korea.

  • Barge (Kapal Tongkang)
Pelabuhan Kapal Tongkang Di Kota Kansas Yang Mengangkut Komoditi Kedelai Ke Pelabuhan Besar di New Orleans.

Untuk pasar ekspor, komoditas seperti jagung, kedelai, dan gandum sebagian besar menggunakan barge untuk mencapai export elevator di teluk missisipi (missipi gulf) yang terletak negara bagian New Orleans atau di teluk meksiko (mexico gulf) yang terletak di negara bagian Texas  untuk kemudian di export melalui pelabuhan tersebut melalui terusan panama dengan tujuan Amerika Latin dan Sebagian besar negara tujuan ekspor komoditas amerika. Penggunan Barge selain murah dari segi ongkos produksi, transportasi barge juga sangat strategis karena berada di tengah-tengah lahan pertanian.

  • Railroad (Jalur Kereta).
Rel Kereta Yang Memuat Kontainer Berisi Jagung Ke Pantai Barat Amerika, Tujuan Ekspor Negara Asia Timur.

Mulai dibangun sejak tahun 1850-an, jalur kereta sudah sejak lama digunakan untuk sistem distribusi komoditas di Amerika. Sistem distribusi dengan menggunakan jalur transportasi rel kereta menghubungkan antara negara bagian timur penghasil pertanian ke negara bagian barat (east coast to west coast) dari negara bagian sentra produksi pertanian ke negara bagian pelabuhan.

Selain ketiga moda transportasi tersebut di atas, sistem distribusi komoditas pertanian juga mengandalkan penggabungan ketiga moda trasnpoertasi tersebut atau biasa disebut intermoda transportasi, yaitu penggunaan truk pada saat mengangkut hasil pertanian dari ladang  petani ke pengepul (country elevator), barge (tongkang) atau kereta ke pelabuhan muat ekspor dan kapal ke negara tujuan ekspor.

Peta perbandingan penggunaan moda transportasi pada tahun 2013 dan dalam 5 tahun terkhir:

Secara garis besar, grain handling dan transportasi komoditas pertanian dibedakan kedalam tiga komoditas yang saat ini sedang ditangani oleh BULOG, yaitu Beras, Jagung dan Kedelai:

Grain Handling and Transportation Komoditas Jagung:

Hasil produksi pertanian di Amerika khsusnya Jagung, sebanyak 50% dipasarkan  didalam negeri untuk peternakan (Babi, Ayam dan Sapi), 40% diporses seperti Ethanol dan 10% untuk pasar ekspor.

Sistem handling dan transportasi Jagung sangat ditentukan dari darimana asal hasil pertanian jagung tersebut. Secara tradisional, hasil produksi Jagung berada pada jalur sungai missisipi dan sungai missouri, terbentang mulai dari utara negara bagian Minnesota, South Dakota, bagian tengah yaitu negara bagian  Iowa, Kansas dan Nebraska dan bagian selatan yaitu Texas dan Missouri.

Karena sebagian besar lahan produksi pertanian berada di bagian daerah aliran sungai missouri dan missipi, hampir sebagian besar distribusi produk pertanian jagung mengandalkan barge (tongkang) untuk keperluan pengiriman ekspor. Dapat dilihat pada gambar di bawah lebih dari 65% pengiriman jagung untuk pasar ekspor melalui Missipi Gulf yang dikapalkan menggunakan barge dari sentra produksi pertanian.

Grain Handling and Transportation Soybean (Kedelai)

Sama halnya dengan Jagung, sentra produksi pertanian di Amerika khsusnya kacang kedelai secara tradisional, berada pada jalur sungai missisipi dan sungai missouri, terbentang mulai dari utara negara bagian Minnesota, South Dakota, bagian tengah yaitu negara bagian  Iowa, Kansas dan Nebraska dan bagian selatan yaitu Texas dan Missouri. Sebanyak 70% dipasarkan  didalam negeri, sisanya 30% untuk pasar ekspor.

Sistem handling dan transportasi kedelai kurang lebih sama dengan Jagung, dimaan pasar ekspor terbesar jagung berada pada negara Asia. Indoensia menjadi negara pengimpor ketiga terbesar produk kedelai dari Amerika.

Grain Handling and Transportation Rice

Rice Research Milik Universitas Arkansas. Suatu Hari Almamater Saya Universitas Hasanuddin, Punya Fasilitas Seperti ini.

Berbeda dengan jagung dan kedelai yang dapat tumbuh di hampir negara bagian yang dialiri sungai misisipi dan missouri yang terkenal dengan corn belt dan soybeans belt, sentra produksi beras di Amerika hanya berada pada dua negara bagian yaitu Claifornia dan Arkansas dikarenakan dua negara bagian tersebut memiliki iklim yang lebih hangat. Produksi beras sebanyak lebih dari 80% dikirim keluar negeri untuk pasar ekspor.

Sistem handling dan transportasi beras di negara bagain Arkansas juga mengadalkan aliran anak sungai missouri dengan menggunakan barge (tongkang) dan truck sebelum mencapai  pelabuhan ekspor di New Orleans. Sedangkan negara bagia California hampir seluruhnya menggunakan transportasi darat (truck dan kereta) untuk dalam pengiriman beras ke pelabuhan di pantai barat Amerika (west coast) khususnya di pelabuhan california.

Berikut tabel nagara tujuan ekspor beras dari Amerika.

  1. Hasil panen petani di Amerika Serikat biasanya dipasarkan melalui Cooperative atau ”Coop”, atau dapat langsung kepada pedagang besar seperti Cargil Grain Company, yang mempunyai perwakilan di setiap wilayah, untuk selanjutnya diekspor ke mancanegara. Cooperative biasanya tidak melakukan ekspor, hanya perusahaan besar yang disebut grain elevator-lah yang biasa melakukan ekspor.
  2. Petani menjual hasil panen dengan menjual di muka atau pada saat panen dengan membuat kontrak jual beli terlebih dahulu dengan pihak pembeli. Di dalam kontrak disebutkan kualitas komoditas yang akan dijualbelikan, harga, dan kuantumnya. Apabila kualitas yang dikirimkan tidak sesuai dengan yang telah disebutkan dalam kontrak, maka dilakukan penyesuaian harga (rafaksi) atas kualitas komoditas tersebut. Salah satu contoh kualitas yang dipergunakan ntuk komoditas kedelai, komponen kualitas yang dirafaksi terdiri dari komponen berat uji,  kadar air, biji belah (split), biji rusak, benda asing, dan faktor lainnya, seperti bau, asam, keberadaan hama dll. Penyesuaian harga pada rafaksi kedelai dilakukan dengan tiga cara yaitu (i) pemotongan harga secara proporsional berdasarkan persentase penurunan komponen kualitas (berat uji, biji rusak, kadar air, biji belah), (ii) pemotongan berat kotor secara secara proporsional berdasarkan persentase jumlah benda asing, (iii) pemotongan harga per volume bushel berdasarkan ada/tidak adanya masing-masing komponen kualitas untuk faktor lainnya (bau, asam, hama, dll).
  3. Informasi harga kedelai internasional, harga ekspor, dan harga di pasar bursa sangat mudah diikuti, baik dari TV, internet, maupun radio. Harga tiap hari dapat berubah dan perwakilan eksportir membeli dari petani berdasarkan tingkat harga-harga tersebut. Satuan harga penjualan adalah US dollar per bushel (1 bushel = 0,027216 ton).
  4. Harga kedelai internasional menjadi sangat sensitif terutama sejak diperdagangkan dalam pasar bursa komoditi (Chicago Board on Trade/CBOT).  Perdagangan komoditi sendiri digunakan sebagai alat bantu manajemen resiko bagi pedagang/pedagang untuk melindungi harga produknya, termasuk bagi petani kedelai dalam memasarkan komoditi fisik kedelainya.
  5. Kontrak biasanya diatur dengan cukup sederhana melalui kesepakatan antara penjual dan pembeli yang dituangkan dalam 1-3 halaman.  Khusus untuk kontrak internasional (ekspor/impor), rincian ketentuan biasanya sudah mengacu pada kontrak/ketentuan yang telah dipahami bersama seperti pada kontrak NAEGA (North America Export Grain Association) dan GAFTA (Grain and Feed Trade Association).  Semakin detil kontrak yang disepakati, semakin berpengaruh pada kenaikan harga.

Sistem Transportasi Komoditas di Amerika Serikat

Negara Amerika Serikat memiliki struktur geografi yang sangat ideal untuk arus transportasi terutama untuk daerah The Corn Belt (sebutan untuk daerah pertanian) yang terletak dekat aliran sungai yang luas, terdiri dari Mississippi, Missouri, Ohio dan Illinois dengan akses penggunaan tongkang ke wilayah New Orleans dan juga menuju ke pusat-pusat grains elevator (sebutan untuk tempat penampungan grains) untuk tujuan ekspor di US Gulf.

Pelabuhan ekspor PNW yang letaknya terputus oleh River Systems Columbia untuk daerah produksi pertanian dapat ditanggulangi dengan saluran layanan rel tunggal baik oleh Burlington Northern Railway dan Union Pacific Railway yang memberikan pelayanan shuttle train. Sedangkan untuk wilayah Pantai Timur dan grains elevator untuk ekspor di US Gulf dilayani oleh layanan kereta Railroad CSXT dan Norfolk Southern Railway.

Penanganan grain transportation (transportasi biji bijian hasil pertanian) di AS dilaksanakan sejak dari hasil panen petani sampai dengan wilayah pelabuhan.

Pemerintah AS sangat memberikan perhatian terhadap infrastruktur transportasi guna mempermudah kelancaran arus barang ke berbagai tujuan. Setidaknya dalam 10-15 tahun terakhir, transportasi arus barang di AS lebih di dominasi transportasi railway (kereta api).

Secara umum, sistem grain transportation di AS dibagi ke dalam beberapa moda transportasi yaitu:

  • Transportasi kereta api (railway transportation)

Seluruh kegiatan transportasi barang melalui jalur kereta (railway) di AS di laksanakan oleh perusahaan swasta, dengan masing-masing memiliki jalur yang berbeda-beda yang memungkinkan angkutan barang dari daerah pertanian menuju ke gudang-gudang penampungan dan sampai ke pelabuhan laut. Secara umum Perusahaan railway di AS dilaksanakan oleh antara lain Norfolk Southern Railway, USA Union Pacific Railroad, BNSF Railway dan USA CSX transportation. Gudang penampungan (elevator) Perusahaan grains supplier seperti Cargill memiliki stasiun pemberhentian railway yang terhubung dengan gudang di wilayah lainnya.

  • Transportasi jalan raya (roadway transportation)

Grain transportation melalui jalan raya lebih banyak digunakan truk ukuran besar (huge trailer) dari yang berukuran 20 foot sampai dengan panjang hampir 60 foot. Untuk kemudahan dan kelancaran arus transportasi barang melalui jalan raya, diberikan alternatif jalan dari dan menuju ke wilayah perkotaan maupun ke luar daerah.

  • Transportasi sungai (river transportation)

Penggunaan barges pada aliran sungai untuk transportasi barang di AS sudah sangat lazim digunakan mengingat kapasitas angkutan yang lebih besar dan lebih efisien dibandingkan penggunaan truk maupun kereta (railway). Sebagai ilustrasi bahwa muatan 1 barges (1.500 ton) sama dengan 15 gerbong kereta atau 58 truk trailer.

Barge (Kapal Tongkang) Yang Berlayar di Sungai Missisipi dari Kansas Menuju New Orleans

Rekomendasi untuk Kegiatan Pemeriksaan Kualitas

Pemerintah Amerika, melalui USDA memiliki badan khusus yang menangani permasalahan kualitas komoditi yang diperjual belikan, yaitu FGIS (Federal Grain Inspection Service). FGIS merupakan badan yang berdiri atas amanat undang-udang  USGSA (United States Grain Standards Act) yang berdiri tahun 1916 yang menyatakan bahwa provisi pemeriksaan kualitas  dan penimbangan pada biji-bijian yang diekspor oleh US merupakan kewajiban. Fungsi dari FGIS antara lain :

  1. Memfasilitasi pemasaran biji-bijian asal Amerika
  2. Menyusun standar nasional untuk produk biji-bijian, bahan baku minyak nabati dan beras.
  3. Mengembangkan metode sampling dan pengujian
  4. Mengelola sistem inspeksi nasional seperti pemeriksaan kualitas wajib  dan pemeriksaan kualitas sukarela.
Survei dan Analisa Kualitas Beras.
Mencoba Mesin Analisa Biji-Bijian Multifungsi. Bisa Untuk Beras, Barlei, Jagung, Kedelai maupun Gandum.

Pemeriksaan wajib yang dimaksud pada poin 4 adalah pemeriksaan yang wajib diterapkan pada seluruh biji-bijian Amerika yang dijual ke pasar internasional. FGIS juga membina agen-agen pemeriksaan kualitas yang melakkukan pemeriksaan sukarela atas permintaan perusahaan (pembeli maupun penjual) dengan biaya supervise $0.011 /MT. FGIS bersifat independen, tidak menjual biji-bijian, tidak memandatkan kualitas, tidak mempengarusi harga pasar dan tidak melakukan arbitrase bilamana ada perselisihan antar penjual dengan pembeli. Di dalam entitas FGIS ini pula berdiri sebuah badan yang disebut BAR (Board of Appeals and Review) yang melayani pemeriksaan yang standar dan subjektif pada biji-bijian. BAR bekerja bilamana ada pihak yang ingin produknya diperiksa ulang atau “naik banding” saat terjadi perselisihan kerjasama bisnis. BAR tidak menjadi badan arbitrase, namun hasil pemeriksaan dari BAR digunakan oleh badan arbitrase atau pengadilan sebagai barang bukti final. BAR memiliki wewenang untuk menerbitkan surat izin surveyor untuk komoditi pertanian dan dibutuhkan skor minimal 70% pada tes tertulis maupun tes grading untuk dapat memperoleh surat izin (lisence) tersebut. BAR juga melakukan training rutin untuk memastikan konsistensi sistem pemeriksaan biji-bijian yang dilakukan oleh para inspektor secara nasional. Training rutin yang dilakukan antara lain :

  1. Seminar tahunan quality assurance
  2. Seminar dua tahunan pada pemeliharaan dan perbaikan peralatan
  3. Pelatihan pada FGIS dan inspektor yang bernaung di agen-agen pemeriksaan kualitas
Survei Biji Jagung
  • Pelatihan QAS sepanjang tahun untuk surveyor baru

Berikut adalah salah satu contoh materi diklat dan testing yang dimiliki oleh BAR. Sample ini direview setiap kali akan digunakan. Untuk referensi visual dan panduan pemeriksaan FGIS menyediakan informasi tersebut secara online yang bebas diakses secara gratis. Dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan, grain elevator atau perusahaan swasta melakukan pemeriksaan kualitas yang mirip dengan perusahaan feed mill yaitu pemeriksaan kadar air, grading kualitas secara visual. Salah satu perbedaan yang diamati adalah pemeriksaan kadar aflatoxin yang menggunakan perangkat quick test seperti gambar berikut.

Test Membedakan Biji Jagung Yang Sehat, Terserang Hama, Burned (gosong), Kernel, Kapur dll

Alat quick test ini dilakukan untuk dapat memutuskan apakah jagung yang dikirim oleh petani dapat diterima atau tidak. Pengajar di ISU (Dr. Erin Bower) tidak menyarankan pemeriksaan aflatoxin dengan visual atau cahaya UV karena pemeriksaan tersebut tidak dapat memberikan angka konsentrasi aflatoxin yang terkandung dalam komoditas. Menurut beliau, sampel jagung dapat mengandung aflatoxin diatas kadar yang ditentukan meskipun secara visual jagung tidak berwarna kebiruan. Biaya penggunaan quick test menurut hasil wawancara berkisar antara $15-20, tentunya dengan investasi awal pembelian test kit dan alat pembacanya (reader).

Rekomendasi Penyimpanan

Silo dari Sukup Company

Pada pelatihan ini, awardee berkesempatan untuk mengunjungi kantor sekaligus pabrik pembuat silo yaitu Sukup. Dari kunjungan ini, diperoleh beberapa informasi yang barangkali dapat digunakan oleh Bulog untuk penyimpanan curah, antara lain : Silo sebaiknya dilengkapi dengan stirrer atau alat pengaduk sehingga kadar air dan suhu di dalamnya dapat diratakan. Pemilihan jenis silo sangat mempengaruhi kebutuhan tenaga kerja serta operasional elevator. Misalnya, flat bottom silo membutuhkan alat “penyapu” yang sudah dipasang sehingga bisa mengeluarkan sisa-sisa stok akhir di dalam silo. Sedangkan hopper bottom silo relatif lebih sedikit membutuhkan tenaga manusia untuk pengeluaran stok karena komoditi akan turun akibat gaya gravitasi.

Contoh 2 jenis sweep auger untuk mengeluarkan sisa komoditas dari dasar silo. Contoh auger pada gambar sebelah kiri relatif lebih aman terhadap pekerja dibandingkan auger sebelah kanan karena tidak tajam dan terbuat dari plastic/karet.

  1. Pengering dengan teknologi ….yang hak patennya dimiliki oleh Sukup dimaksudkan untuk menghindari heat damage yang diakibatkan proses pengeringan.

Awardee juga berkesempatan mengunjungi perusahaan elevator yang melayani penjualan jagung dan kedelai ke pasar internasional. Setiap perusahaan akan memaksimalkan keadaan alam dan geografis untuk meningkatkan competitive advantage untuk memaksimalkan keuntungan dan kinerja perusahaan. Misalnya, salah satu terminal De Long co. dibangun sangat berdekatan dengan terminal peti kemas kereta api dan jalur highway serta berada ditengah-tengah negara USA (Kansas City). Karena jalur kereta api yang mayoritas membentang dari timur ke barat, maka inbound domestik yang masuk ke teriminal ini menggunakan truk maupun kontainer. Target terminal De Long co. ini adalah mempersingkat mungkin kontainer yang singgal di terminalnya sehingga memperkecil cost yang timbul. Lain lagi dengan elevator CGB yang berada didaerah perbukitan bekas tambang sekaligus berada di bibir sungai Mississippi. CGB menggunakan gua-gua bekas urukan tambang di dalam bukit untuk menyimpan jagung.

2 COMMENTS

  1. alhamdulillah telah diberikan kesempatan untuk bisa menyari ilmu di negeri seberang, semoga ilmu nya dapat bermanfaat bagi perusahaan dan yg mampir di website ini (serta semoga bisa kesana lg hehehe)

    • Alhamdulillah Kang, semoga ada kesempatan lagi kesana. Rajin-rajin yah mampir dan kasih comment di website ini. Nuhun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here