Home Travel Pengalaman Wisata Ke Pulau Pari

Pengalaman Wisata Ke Pulau Pari

495
0

Assalamu Alaikum wr wb.

Dear readers, kali ini saya ajak anda ke Pulau Pari. Untuk pembaca yang belum mengetahu lokasi pulau pari di mana, penulis akan menjelaskan sedikit menegnai pulau pari. Pulau Pari atau Pari Island adalah pulau yang terletak di utara Jakarta yang termasuk dalam gugusan Kepulauan Seribu, dan termasuk dalam Kabupaten Adminsitrasi Kepulauan Seribu. Pulau ini memilik luas sekitar 40,32 hektar dengan jumlah penduduk sekitar 800 jiwa. Disebut pulau pari karena bentuknya seperti ikan pari. Bagi pembaca yang ingin berwisata bahari seperti snorkeling, diving atau sekedar bermain ombak di pantai pasir putih, pulau pari bisa mnjadi salah satu alternatif tujuan wisata. karena selain lokasinya tidak terlalu jauh dengan jakarta (bagi yang berdomisili di Jakarta) juga tarif dan akomodasi yang lumayan lengkap untuk standar pelancong dalam negeri. Maksud saya standar pelancong dalam negeri adalah di pulau pari ini tidak ada fasilitas ATM, tidak ada bar/cafe atau pool bar. Jadi jangan membayangkan fasilitas seperti Gilitrawangan di Lombok atau Phiphi Island di Thailand. Di Pulau Pari juga terdapat pusat penelitian LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dengan tujuan melakukan penelitian kehidupan laut/biota laut. Mulai dari tumbuhan laut, terumbu karang, untuk kepentingan kelestarian ekosistem laut sehingga selain anda berlibur , juga berwisata sambil belajar tentang ekosistem laut (wisata edukasi).

Bagi pembaca yang akan ke Pulau Pari, perahu ke Pulau Pari dari Muara Angke hanya ada 1 kali dalam sehari yaitu pagi hari dan jam 7:00 waktu keberangkatannya, dengan titik keberangkatan 4 yaitu: Pertama dari Marina Ancol dermaga 6 setiap hari jam 7:30 dengan harga tiket 200 ribu. Kedua dari Muara Angke jam 7:00 kapal ferry tiket 30rb (perjalanan peunulis). Ketiga dari kali Adem (masih wilayah muara angke) jam 7:30 dengan speed boat harga tiket 50rb tapi harus antri sejak subuh dan Terahir dari Rawa Saban (belakang bandara sukarno hatta) kapal ferry dengan jadwal keberangkatan jam 12:00 siang, kapal ferry dengan harga tiket bervariasi mulai dari 15 ribu.

No Compromises for lateness

Hari minggu jam 5 pagi di depan kantor kami sudah berkumpul, karena sesuai kesepakatan, kami semua harus berkumpul pada jam tersebut karena akan mengejar perahu pertama dan terakhir jam 7 dimuara angke, untuk meneruskan perjalanan sekitar 2 jam menggunakan perahu kayuke pulau pari.  Akan tetapi sealah seorang teman kami terlambat datang dan jam 6 baru muncul, tanpa mengucapkan sepatah kata “maaf saya terlambat”. Dengan perasaan yang masih sedikit jengkel, kami akhirnya naik taksi dengan tujuan ke muara angke. Ternyata supir takis ekspress yang kami tumpangi tidak mengetahui persis muara angke di mana, dan kami kesasar ke arah muara baru. Setelah tanya kesana kemari dan melalui share location yang dikirimkan Don Andriano, ternyata muara baru masih sekitar 6,4 km lagi dari Muara Ankge, sedangkan waktu sudah menunjukkan jam 06:45. Dengan map yang ada di gadeget, kami mengarahkan pak supr taksi tersebut ke “jalan yang bnar” (muara angke). jam 7:00 wakti yang ditunukkan pada jam tangan roxy stevi (mirip nama mall di jak utara) heheheee.. kami masih di 500 meter dari muara angke. Karena hari sabtu pagi adalah hari libur, maka jalanan sangat macet dipenuhi kendaraan pelancong yang akan berlibur sama seperti kami ke pulau pari dan pulau sekitaran gugusankepulauan seribu (pulau datu, pulau…,pulau….) mengingat sempitnya waktu,akhirnya kami jalan kaki ke arah dermaga muara angke dengan jalan becek, bau bangkai ikan  dan menysuri jalan setapak di bibir dermaga. karena tergesa2, topi bruno mares yang sya gunakan tersangkut di tambang perahu dan jatuh di air laut,,, dengan bantuan nelayan setempat yang meminjamkan saya sapu sebagai gala pengait, akhirnya topi bruno itu sya bisa selamatkan dan kembali ke pangkuan papah pertiwi (nah lo),,, Arigatou to Muara Angke fishermen for your kindness. Stelah tiba di Muara Angke, Jreeeeenggg lautan manusia menyambut kami yang sedang “mengantri” naik ke perahu masing2. Ternyata perahu Pesona Alam yang kami tumpangibelumberangkat (Alhamdilillah) karena masih sibuk menaikkan penumpang dan mengantri denga kapal “ferry” lainnya. setelah antri naik perahu, akhirnya kami duduk berpencar 3 orang dilantai 2, empat orang di lantai satu karena spot tempat duduk yang bagus sudah di okupasi sama penumpang yang terlebi dahulu datang. Positifnya datang terlambat adalah dapat tempat dudukyang enak dan view ke laut yang bagus, sedangankan Negativenya adalah menunggu sekitar 1 jam karena berangkat kapla berngkat jam 8. Positifnya datang terlambat adalah tidak peru menunggu terlalu lama untuk kapal berangkat, tapi negatifnya tidak dapat tempat duduk yang enak dan ngos-ngosan kareana mengejar kapal takutnya kapal yang ditumpangisudah berangkat. Tapi saran saya, sebaiknya datangtepat waktu yaitu jam 6:30  karena jika kapal beramgkat sesuai jadwal yaitu 7:00 maka dapat dipastikan anda akan ketinggalan ferry dan rencana liburan anda berantakan dan tinggal kenangan (Say no to lateness),,,, hehehe

Sekitar jam 10:15, kapal yang kami tumpangi perlahan-lahan sandar di dermaga pulau pari. Dengan berjalan kaki sekitar 15 menit, kami menuju ke tempat penginapan. kami beristirahat sejenak di penginapan sambil menunggu makan siang dan shoat dzuhur tiba. sekitar jam 13:00 setelah makan siang dan shoalt dzuhur, kami menuju dermaga untuk kegiatan pertama yaitu; Snorkeling, berikut videonya.

Malam hari kami keliling mengambil gambar malam dengan kamera khsusu dan Besok harinya kami menyewa sepeda untuk mengelilingi pulau pari dan berjalan ke arah Virgin Island. Menjelang sore kami kembali ke daratan jakarta setelah makan siang.

Berikut foto2 Kegiatan kami, costnya saya lupa berapa saja yang dikeluarkan karena perjalanan ini sudah daitur sama manajer wisata kami yaitu Koh Hendro.

IMG_7714
Sepedaan di Pulau Pari

IMG_7628 IMG_7623 IMG_7605 IMG_7570 IMG_7452 IMG_7366 IMG_7325 IMG_7256  IMG_1924

IMG_7214

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here