Home Workaholic Pengalaman Menyalurkan Beras BPNT di Subdivre Madura

Pengalaman Menyalurkan Beras BPNT di Subdivre Madura

413
4

Cerita Sukses Subdivre Madura mendapatkan dan mengelola program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) 100% di Pulau Madura.

WhatsApp Image 2019-07-15 at 9.09.20 AM
Radar Madura (Jawapos Group), Senin 15 Juli 2019, Memberitakan Perihal BPNT di Madura.

Disclaimer: Tulisan ini bukan untuk menggurui dan bukan sebagai panduan apalagi SOP bagi rekan-rekan di lapangan. Tulisan ini untuk sharing dan bertukar pikiran. Jika ada update peraturan perudang-undangan atau petunjuk teknis lainnya, akan kita bahas bersama-sama dan mungkin kita update isi tulisan ini.

Dalam satu pekan terakhir, handphone saya berdering banyak beberapa pertanyaan perihal pelaksanaan BPNT di Pulau Madura, tepatnya BULOG Subdivre Madura (selanjutnya kita sebut “Bulog Madura”). Mungkin karena cepatnya arus informasi, grup whatsapp internal yang kami share perihal kegiatan BPNT terforward ke grup lain, sehingga menimbulkan rasa penasaran rekan kerja di seluruh Indonesia untuk bertanya atau sekedar diskusi perihal BPNT yang sedang kami laksanakan. Karena banyak pertanyaan tentang bagaimana Bulog Madura “mendapatkan” dan mengelola program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) 100% di Kabupaten Pamekasan, akhirnya saya terbesit untuk membuat tulisan perihal “Cerita Sukses Subdivre Madura” menyalurkan BPNT 100% di Kabupaten Pamekasan. Ehhh beneran, bukan judulnya click bait tapi isinya tentu sama minimal harapannya sama. آمين

Sebenarnya sharing ini terinspirasi arahan dari Bapak Kadivre Jatim, Muhammad Hasyim yang tidak henti-hentinya memberikan support, motivasi dan arahan ke Bulog madura dan menginginkan agar success story Bulog Madura dalam migrasi Bansos Rastra ke BPNT untuk disharing dan menjadi contoh kepada rekan-rekan kerja lainnya, sehingga target kinerja operasional yang telah ditetapkan perusahaan dapat tercapai. Selain itu juga terinspirasi dari Buku Myelin, karya Prof. Rhenald Khasali (dosen S2 saya beda jurusan, hehee) yang menceritakan tentang PT. Wika (BUMN), dimana karyawannya membuat suatu grup (dulu mailing list, mungkin sekarang WA group) yang berisikan sharing pengalaman kerja atau success story  istilahnya. Di grup tersebut juga berisi history of something yang telah dilakukan oleh para pendahulu dan senior Wika dalam mengerjakan proyek, sehingga penerus dan junior dibawahnya ataupun rekan kerja di bagian atau di departemen lain, bahkan di belahan dunia lain (Wika memenangkan tender hingga aljazair, red) juga dapat mempelajari success story atau history of success rekan-rekan dan para senior mereka. Selain itu, saya juga terinspirasi saat menghadiri materi pengembangan diri oleh teman kuliah Ibu Kapusdiklat saat itu (Ibu Siti Kuwati), Tung Dasem Waringin. Saya ingat salah satu ucapannya bagaimana dia membuat Kantor Cabang BCA Malang dari urutan kedua terbawah menjadi rangking 1 Se-Indonesia, karena dia sharing dan caring kepada karyawan lainnya. Metode ini akhirnya digunakan di cabang lainnya oleh menejemen Bank BCA.

BerasKita Bulog Madura

Oke, intro-nya sudah terlalu panjang. Oohh iyah bagi pembaca yang belum tahu apa itu BPNT, berikut sedikit memori fantuliting-nya. Jadi sebelum program BPNT bergulir, Perum Bulog sudah bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam program Beras Sejahtera (Rastra). Namun belakangan, program itu beralih menjadi BPNT. Untuk Kabupaten Pamekasan dan Bangkalan, perubahan dari Rastra ke BPNT sudah dimulai sejak bulan Juni. Hal ini membuat penyaluran beras Bulog yang semula langsung ke masyarakat dalam bentuk beras berubah. Bulog akan menyalurkan beras tersebut ke E-Warong yang bekerja sama dengan program BPNT. Setelah itu, penerima bansos bisa mendapatkan beras Bulog ketika menggunakan kartu kombo di E-Warong.

Dari perubahan mekanisme tersebut, Perum Bulog diminta untuk berperan lebih aktif untuk menjemput bola dengan memastikan agen E-Warong menjadikan Bulog sebagai pilihan utama untuk menyuplai beras yang akan dijual ke masyarakat penerima manfaat. Namun, bahwa dengan perubahan mekanisme tersebut bukan mejadi hambatan bagi Bulog. Dengan berbagai macam keunggulan dibandingkan dengan swasta, mulai dari sarana fasilitas gudang, hubungan dengan mitra pengadaan, ketersediaan produk hingga konsistensi dan kualitas produk, Bulog Madura yakin E-Warong akan memilih Bulog sebagai mitra penyuplai beras bansos.

Biar fokus, kita bagi jadi 5 W 1 H (What, Who, When, Why and How) yah biar sequence dan ceritanya lebih runut. Terakhir saya akan tuliskan FAQ (Frequntly Asking Question) ala-ala jualan online biar greget.

Jadi point 1 hingga 4 (What hingga Why) saya rangkum di FAQ paling bawah. hehehee

  1. What
  2. Who
  3. When
  4. Why
  5. How: Nah ini mungkin pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh teman-teman Bullogers.

Bagaimana Bisa Subdivre Madura Mendapatkan BPNT 100%, di Seluruh Madura? Tips dan Triknya Bagaimana?

Jadi, cerita bermula sejak akhir tahun 2018. Saat kami tahu bahwa program bansos rastra akan berakhir Mei 2019 dan akan digantikan dengan Program BPNT. Sejak saat itu kami sudah berpikir bagaimana agar program ini tetap dikelola oleh Bulog Madura (Suplier Beras dari Bulog), karena kami tahu bahwa suplier beras dan bahan pangan lainnya akan diserahkan ke pasar bebas atau mekanimse pasar. Bulog Madura harus bisa bersaing dengan swasta agar bisa menyuplai berasnya ke agen E-Warung yg akan di jual ke konsumen. Sejak saat itu kami sudah melakukan pendekatan ke Stakeholder BPNT Kabupaten Pamekasan. Mulai dari Bank BNI (Bank Himbara selaku Bank agent E Warong), TKSK, PKH, Pendamping, Kepala Dinas Sosial, Bupati dll. Tujuannya apa? yah mempromosikan kelebihan-kelebihan apabila Agen E-Warong memilih BULOG selaku mitra strategis supplier beras.

WhatsApp Image 2019-07-10 at 10.17.49 AM
Kelebihan E-Warong Yang Bermitra Dengan BULOG.

Dimulai dengan datang ke Bank BNI selaku Bank Agen E-Warong, saat itu langsung menghadap ke Pak Pinca BNI medio akhir tahun 2018, tujuannya belum membahas tentang BPNT, tapi Bulog Madura “Jualan” produk komersial dengan Brand Kita (BerasKita, GulaKita, MinyakKita, TepungKita CintaKita) untuk dibeli oleh Karyawan Bank BNI, dan akhirnya berhasil hingga saat ini Koperasi Bank BNI Pamekasan adalah agen RPK (Rumah Pangan Kita) binaan Bulog Madura. Nah sejak perkenalan jualan tersebut, makin mengeratkan hubungan antara BULOG dan BNI sehingga kami mulai membahas perihal BPNT yang akan dimulai Bulan Juni tahun 2019. Setelah kami encourage kelebihan-kelebihan dan promosi perihal komitmen agar BNI dan Bulog selaku BUMN mengawal bersama-bersama program pemerintah (kerjasaman sinergi BUMN), akhirnya BNI setuju akan menjadikan Bulog sebagai kandidat suplier beras BPNT.

Bukan hanya di kantor BNI, juga di Kantor BULOG kami seringkali melakukan rapat perihal BPNT. Bahkan diluar kantor misalnya di cafe bersama dengan pelaku usaha lainnya, misalnya PT. Sampoerna untuk mejajaki peluang bisnis lainnya.

WhatsApp Image 2018-12-29 at 11.12.10 AM
Diskusi Dengan Pinca BNI Kab Pamekasan
WhatsApp Image 2019-02-12 at 1.16.47 PM
Diskusi Santai Dengan BNI, Sampoerna dan Mitra Lain

Bukan Hanya dengan Bank BNI, koordinasi jauh-jauh hari dengan Pemkab (Bupati dan Dinas Sosial) kami lakukan bahkan saat program bantuan sosial masih berbentuk Bansos Rastra. Hal ini untuk meraih simpati dan menunjukkan komitmen kerja sama hingga menghilangkan stereotype perihal kualitas beras yang bantuan sosial. Kami membawa sample beras kemana-mana, saat rapat dengan Bapak Bupati, Dinas Sosial, bahkan saat rapat sosialisasi Bansos Rastra kami sudah promosi perihal kesediaan kami untuk menyuplai beras program BPNT. Koordinasi dan komunikasi tersebut kami maintenance with all cost, tentunya dengan cara jujur dan bermartabat, sehingga kepercayaan itu tumbuh. Tidak jarang kami rapat hingga tengah malam, bahkan akhir pekan.

WhatsApp Image 2019-06-18 at 1.53.41 PM
Memperkenalkan Beras Kita dan Produk Premium Bulog Kepada Bapak Bupati Pamekasan.
WhatsApp Image 2019-05-21 at 10.35.47 AM
Koordinasi Perihal Bansos Rastra Dengan Kadinsos Sekaligus Komitmen Kesiapan Untuk Mengelola BPNT

Bulog Madura juga berkoordinasi dengan rekan-rekan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Program Keluarga Harapan (PKH) karena merekalah yang menjadi ujung tombak yang punya pemetaan agen E-Warong dan yang akan meyakinkan agen E-Warong untuk menjadikan Bulog atau swasta sebagai supplier beras mereka. Koordinasi dengan mengudang mereka di kantor hingga silaturahmi di luar kantor.

WhatsApp Image 2019-06-14 at 10.16.13 AM
Rapat Koordinasi Dengan TKSK

Last but not least, setiap ada kesempatan promosi, kami gunakan sebaik-baiknya. Selain perkenalan produk Bulog, brand awareness masyarakat terhadap varian produk tercipta,  juga meningaktkan citra positif Perusahaan di mata Masyarakat. Kami bahkan diundang oleh BNI dalam acara sosialisasi dan pembagian mesin EDC kepada para agen E-Warong untuk menunjukkan kelebihan jika agen E-Warong tersebut bermitra dengan Bulog Madura, meskipun pada akhirnya mereka diberi kebebasan memilih suplier. Tapi dengan antusiasme serta banyaknya pertanyaan, kami yakin 90% bahkan 100% E-Warong akan memilih Bulog Madura sebagai pilihan pertama mereka sebagai suplier beras BPNT.

WhatsApp Image 2019-07-10 at 6.46.37 AM
Sosialisasi Di Depan Agen E-Warong
WhatsApp Image 12019-07-10 at 6.46.37 AM
Sosialisasi Di Depan Agen E-Warong

Mungkin cerita tersebut di atas sekelabat sekelumit kisah tentang bagaimana  Bulog Madura menyalurkan Beras BPNT, saya buatkan FAQ sebagaimana janji saya pada awal-awal tulisan.


Frequently Asking Question:

Ask: Bagaimana Subdivre Madura Tahu Bahwa 100% BPNT akan dikelola?

Answer: Kami optimis karena komitmen dan antusiasme agen E-Warong yang akan menjadi mitra BULOG. Dengan kelebihan-kelebihan yang kami tawarkan (lihat gambar kedua diatas), ditambah mendekati musim kemarau yang mengakibatkan harga naik dan susahnya bahan baku gabah/beras, E-Warong dengan sendirinya akan mencari Bulog.

Ask: Apakah Subdivre Madura satu-satunya yang menyuplai beras BPNT?

Answer: Menyambung pertanyaan pertama, harapan kami seperti itu, tapi mungkin ada 1 hingga 2 desa yang mencari atau mencoba ke swasta yang sudah mereka kenal sebelumnya. Atau kebetulan ada E-Warong yang memiliki penggilingan sendiri, jadi mereka menyuplai sendiri.

Ask: Berasnya menggunakan beras jenis apa?

Answer: Untuk saat ini, kami menggunakan beras Premium, tapi tidak menutup kemungkinan menggunakan beras lain misalnya medium, sesuai kebutuhan konsumen.

Ask: Apa dasar juknis BPNT dari Dinsos untuk menunjuk Bulog Madura sebagai suplier beras BPNT?

Answer: Tidak ada dasar juknsinya, jika ada juknis penunjukan, justru tidak sesuai dengan aturan BPNT yang memberi peluang pasar bebas. Kami tawarkan keuntungan bermitra dengan Bulog Madura kepada E-Warong dan stakeholder lainnya, sehingga pada akhirnya mereka memilih Bulog.

Ask: TKSK dan PKH dibawah siapa?

Answer: TKSK dan PKH dibawah kemensos, mereka bisa memberikan masukan kepada E-Warong perihal keuntungan bermitra dengan Bulog atau Swasta.

Ask: Untuk Mendapatkan Kepercayaan Pengelolaan BPNT, Koordinasi dimulai dari mana?

Answer: Koordinasi bisa vertikal juga horizontal. Bisa langsung ke Bupati, Dinas Sosial hingga PKH dan TKSK atau bisa langsung melobi E-Warong. Kesemuanya itu bisa dilakukan secara paralel.

Ask: Alasannya apa mereka mau 100% bermitra dengan Bulog?

Answer: Trust dan kejujuran, serta jaminan kontinuitas dan kualitas barang. Yah pintar-pintar kitalah jualan mempromosikan barang kita ke stakeholder.

Ask: BPNT di Bulog Madura Sudah Mulai Sejak Kapan?

Answer: Mulai sejak awal Juli 2019, karena Kabupaten Pamekasan dan Bangkalan masih menerima Bansos Rastra hingga Mei 2019. Juni pesiapan, Juli program sudah mulai jalan. Kabupaten Pamekasan sendiri sebagai Kabupaten pertama dimana Subdivre madura menyuplai berasnya untuk BPNT. Kabupaten Bangkalan masih kami koordinasikan dan komunikasikan (still on the track), arah angin masih ke Bulog. Kabupaten Sumenep masih menerima bansos rastra hingga Agustus 2019, tapi tiap rapat dengan Pemda dan TKSK kami terus nego dan koordinasi agar BPNT Bulog Madura yang suplai. Sedangkan Kabupaten Sampang masih menjadi battle ground. Sampang sudah memulai BPNT sejak Nopember 2018, akan kami rebut simpati Pemda dan Masyarakat agar bertambah simpati mereka ke BULOG untuk mejadi suplier BPNT bisa terwujud, doakan. amin

Ask: Penyalur BPNT E-Warong atau Desa?

Answer: Bisa salah satunya dan juga bisa kedua-duanya. Maksudnya bisa kedua-duanya jika ternyata E-Warong kebetulan dimiliki oleh Bumdes atau Klebun (Kepala Desa)

Ask: Hubungan E-Warong dengan Kades?

Answer: Hubungan E-Warong dengan Kades harus kondusif, dan sebaiknya E-warong dapat restu dari kepala desa selaku pemilik yurisdiksi terkecil di wilayahnya. Disamping itu, sewaktu dahulu penyaluran Bansos Rastra, Bulog merupakan penyalur hingga ke Balai Desa, peran kepala desa sangat terasa. Baik secara pertanggungjawaban sosial, maupun politis. Jika pada akhirnya BPNT tidak melibatkan kepala desa dan langsung ke E-Warong, bisa terjadi penolakan atau resistensi bahkan kemungkinan terburuk akan di boycot program tersebut, karena eksistensi kepala desa secara sosial dan politik pasti tergerus. rekan-rekan yang berpengalaman dalam penyaluran Rastra pasti paham soal ini.

Ask: Harga jual berasnya bagaimana?

Answer: Harga jualnya disesuaikan dengan kualitas beras dan HET dimasing-masing tempat (baca permendag 57/2018) link untuk download: https://www.kemendag.go.id/files/regulasi/2017/08/24/57m-dagper82017-id-1504324387.pdf

Ask: Margin untuk E-Warong bagaimana dan besarnya berapa?

Answer: Margin untuk E-Warong menurut kemensos adalah wajar. Wajarnya berapa bukan kita yang tentukan. Mereka punya keleluasaan untuk menentukan margin yang akan mereka dapatkan. Porsi Bulog adalah menentukan jenis beras, cost structure sehingga harga tidak melebihi HET, Omzet dan margin untuk perusahaan tentunya dan yang terpenting barang diantarkan tepat waktu dan zero complain.

Wassalam,

Pamekasan 15 Juli 2019

nb: Jika masih ada pertanyaan silahkan gunakan kolom komentar, hehehee

4 COMMENTS

    • Insya Allah. Kita sebagai BUMN meskipun masih berbentuk Perum ditargetkan untuk mendapatkan keuntungan yang wajar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here