Home Islam Tips Menyambut Bulan Ramadhan

Tips Menyambut Bulan Ramadhan

312
0

Tak terasa yah bentar lagi masuk bulan puasa atau ramadhan. Mungkin masih ada dalam ingatan kita semua akan ramadhan tahun lalu, berarti waktu begitu cepat berlalu yah. Bentar lagi bulan ramadhan datang, bulan yang penuh berkah , bulan yang paling ditunggu tunggu. Bulan ramdhan, selama 1 bulan penuh insyallah kita menjalankan ibadah puasa, sholat, membaca Al Quran dan amalan sunah lainnya. Untuk itu, marilah kita persiapkan sedini mungkin baik kesehatan jasmani maupun rohani agar lebih khusu’ dalam menjalani ibadah bulan suci ramadhan nanti.

Dalam artikel kesehatan kali ini, akan saya share beberapa tips atau trik dalam menyambut bulan suci ramadhan hingga menjalani ibadah didalamnya selama 1 bulan. Seperti kita ketahui bahwa bulan ramadhan merupakan tamu yang istimewa bagi kita semua. Tentu kita sebagai tuan rumah harus menyambut kedatangannya dengan suaka cita dan memuliakannya. Menurut anda bagaimana caranya kita menyambut bulan ramadhan? Langsung saja kita simak bersama beberapa tips untuk menyambut bulan suci ramadhan, antara lain :

1.Niatlah dengan sungguh-sungguh

Ketika Ramadhan menjelang banyak orang berbondong-bondong pergi ke pasar dan supermarket untuk persiapan berpuasa. Mereka juga mempersiapkan dan merencanakan anggaran pengeluaran anggaran untuk bulan tersebut. Tetapi sedikit dari mereka yang mempersiapkan hati dan niat untuk Ramadhan. Puluhan kali Ramadhan menghampiri seorang muslim tanpa meninggalkan pengaruh positif pada dirinya seakan-akan ibadah Ramadhan hanya sekedar ritual belaka, sekedar ajang untuk menggugurkan kewajiban tanpa menghayati dan meresapi esensi ibadah tersebut, jika Ramadhan berlalu ia kembali kepada kondisinya semula.

Tancapkanlah niat untuk menjadikan Ramadhan kali ini dan selanjutnya sebagai musim untuk menghasilkan berbagai macam kebaikan dan memetik pahala sebanyak-banyaknya. Anggaplah Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan terakhir yang kita lalui karena kita tidak bisa menjamin kita akan bertemu Ramadhan di tahun-tahun berikutnya. Tanamkan tekad yang disertai dengan keikhlasan untuk konsisten dalam beramal saleh dan beribadah pada bulan Ramadhan ini. Ingat sabda Rasulullah Saw.: “Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan ikhlas maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.”

2.Mempersiapkan sejak dini kesehatan jasmani dan rohani

Menahan diri untuk tikak makan dan minum seharian penuh selama sebulan tentu memerlukan kekuatan fisik yang tidak sedikit, belum lagi kekuatan yang dibutuhkan untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan shalat tarawih dan shalat sunnah lainnya, ditambah kekuatan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an dan beri’tikaf selama sepuluh hari di akhir Ramadhan. Kesemua hal ini menuntut kita selalu dalam kondisi prima sehingga dapat memanfaatkan Ramadhan dengan optimal dan maksimal.

3. Membuat jadwal atau agenda kegiatan selama bulan ramadhan

Untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan berharga yang bisa membersihkan diri dan mendekatkan diri kepada Allah.

4. Mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan puasa dan ibadah Ramadhan lainnya.

Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. Disamping pengetahuan yang berkenaan dengan puasa, pengetahuan-pengetahuan lain yang berkaitan dengan Ramadhan juga perlu seperti anjuran-anjuran, prioritas-prioritas amal yang harus dilakukan dalam Ramadhan, dan lain-lain agar setiap muslim dapat mengoptimalkan bulan ini sebaik mungkin“Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.

5. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk agar menjadi prinadi yang lebih baik.

Setiap manusia adalah pendosa dan sebaik-baik pendosa adalah yang bertaubat” demikian sabda Rasulullah Saw. seperti yang diwartakan Ahmad dan Ibnu Majah.

Di antara karunia Allah adalah selalu mengulang-ulang kehadiran momen-momen Ramadhan adalah salah satu dari momen tersebut yang selalu datang setiap tahun. Ketika seorang hamba tenggelam dalam kelalaian karena harta benda, anak istri, dan perhiasan dunia lain yang membuat dia lupa kepada Rabbnya, terbius dengan godaan setan, dan terjatuh ke dalam berbagai macam bentuk maksiat datang bulan Ramadhan untuk mengingatkannya dari kelalaiannya, mengembalikannya kepada Rabbnya, dan mengajaknya kembali memperbaharui taubatnya. Ramadhan adalah bulan yang sangat layak untuk memperbarui taubat; karena di dalamnya dilipatgandakan kebaikan, dihapus dan diampuni dosa, dan diangkat derajat. Jika seorang hamba selalu dituntut untuk bertaubat setiap waktu, maka taubat pada bulan Ramadhan ini lebih dituntut lagi; karena Ramadhan adalah bulan mulia waktu dimana rahmat-rahmat Allah turun ke bumi. Marilah kita bertaubat! Karena tak satu pun dari kita yang bersih dari dosa dan bebas dari maksiat. Pintu taubat selalu terbuka dan Allah senang dan gembira dengan taubat hambanya. Taubat yang sungguh-sungguh atau taubat nasuha adalah dengan meninggalkan maksiat yang dilakukan, menyesali apa yang telah dilakukan, dan berjanji untuk tidak kembali mengulangi maksiat tersebut, dan jika dosa yang dilakukannya berkaitan dengan hak orang lain hendaknya meminta maaf dan kerelaan dari orang tersebut.

Demikianlah beberapa tips atau trik dalam menyambut bulan suci ramadhan, semoga bermanfaat buat kita semua. Amien.
Selamat menyambut dan menjalankan ibadah bulan suci ramadhan

Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu yang istimewa, yaitu bulan suci Ramadhan. Untuk itu saya sampaikan lima sifat agar nanti kita mempunyai kemampuan menghadapi Ramadhan. Semuanya terdapat pada Al-Qur’an surah Al Anfaal : 2-4.

Pertama, kalau diingatkan kepada Allah, bergetar hatinya. Imam Ibnu Katsir menjelaskan ; dzukirallah beda dengan dzakarallah. Dzakarallah (menyebut nama Allah), sedang dzukirallah (diingatkan kepada Allah), dengan kalimat Ittaqillah (bertakwalah kepada Allah). Jadi tanda seorang yang benar-benar beriman kalau diingatkan untuk bertaqwa kepada Allah, maka terasa kekurangannya, terasa kelemahannya, menyadari kebodohannya, merasa banyak dosanya, hingga bergetarlah hatinya. Tetapi kebanyakan manusia sekarang kalau diingatkan untuk bertaqwa kepada Allah malah bertanya ; salah saya apa? dosa saya apa?. Memangnya apa kalau bertaqwa itu harus salah?. Allah SWT mewasiatkan taqwa kepada para nabi, para Rasul dan semua manusia. Dan wasiyat ini lebih utama dan lebih mulia. Tidak ada yang lebih mulia daripada wasiat taqwa.

Kedua, saat membaca atau mendengar Al-Qur’an, maka bertambah imannya. Ini tanda kita istiqamah. Sebentar lagi masuk bulan puasa, maka inilah kesempatan kita mewujudkan bahwa kita benar-benar beriman. Membaca Al-Qur’an walaupun tidak mengerti artinya tetap mendapat pahala. Membaca Al-Qur’an masih terbata-bata, masih banyak salahnya, tetapi dia mau berusaha,insya Allah kesalahannya menjadi pahala, bukan dosa. Semoga masyarakat kita menjadi masyarakat yang gemar membaca Al-Qur’an.

Ketiga, tawakkal kepada Allah. Setiap akan keluar dari rumah jangan lupa berdoa : Bismillah tawakkaltu alallah laa haula walaa quwwata illa billah. Maka kita akan mendapat tiga kebaikan yakni Hudaiita (dapat petunjuk Allah), wa wuqiita (dijaga oleh Allah), wa kufiita (diberi kecukupan oleh Allah) dalam mencari nafkah dan rizki. Orang yang keluar dan membaca ini insyaa Allah tidak akan mendapat kecelakaan, tidak akan diganggu oleh siapapun, karena Allah yang menjaga. Kita berusaha mencari rizki dengan tenaga, tetapi kalbu kita tetap tertambat kepada Allah SWT.

Keempat, menegakkan shalat. Rasulullah SAW berwashiyat pada saat nafas terakhir dengan mengingatkan kepada umatnya ; ummatii ash shalaah, ash shalaah (umatku ingatlah shalat) sampai tiga kali hingga beliau wafat. Ini menunjukkan betapa shalat itu sangat penting. Tidak bisa ditinggalkan dengan alasan apapun, kecuali kalau murtad atau hilang ingatannya.

Kelima, infaq sebagian rizki di jalan Allah. Allah tidak memerintahkan menginfakkan semua rizki, tetapi hanya sebagian. Artinya jika kebutuhan pokok sudah terpenuhi, kemudian masih sisa, maka sedekahkanlah yang sebagian itu. Ada sebuah hadist shahih yang menerangkan bahwa sedekah yang dilakukan dengan ikhlas, akan mencegah kita dari kematian buruk. Di riwayat yang lain, dapat mencegah dari kematian mendadak, menjauhkan dari bala’ dan penyakit yang parah. Diselamatkan oleh Allah dari siksaan kubur. Dimurahkan rizki dan dipanjangkan umurnya. Allah Maha Kaya, Dia tidak perlu dengan sedekah kita, tetapi Allah hanya ingin melihat hambaNya mau dan mampu menunjukkan ikhlasnya atau tidak.

Kalau sudah mampu melaksanakan lima sifat tersebut, maka ayat selanjutnya menyatakan bahwa mereka itulah mukmin yang sebenarnya. Sebaliknya jika seorang mukmin yang tidak mempunyai kelima sifat tersebut, maka mereka belum dikatakan mukmin yang sebenarnya. Mukmin yang sebenarnya akan mendapat derajat yang tinggi, diampuni segala kesalahannya, dan dilapangkan rizki dan tentu kan masuk ke surgaNya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here