Home Techno & Sport Sports Perjalanan Miami Heat Memenangi NBA 2013

Perjalanan Miami Heat Memenangi NBA 2013

127
0

Dear readers, sekarang kita akan membahas pertandingan NBA yang baru saja selesai beberapa jam yang lalu dan melahirkan Juara NBA 2013 yaitu Miami Heat sekaligus mempertahankan gelar juara yang mereka raih pada tahun 2012 dan 2006 yang lalu.

Miami Heat vs San Antonio Spurs
Miami Heat vs San Antonio Spurs

Pertandingan basket NBA 2013 menasbihkan Miami Heat sebagai Pemenang dengan Skor 4-3 Melawan San Antonio Spurs. Pertandingan berjalan sengit dan ketat antara kedua tim hingga game ke 7. Berikut ulasan perjalanan Miami Heat memenangi gelar NBA musim 2013 dan salah satu pemainnya Le Bron James terlipih sebagai Pemain Terbaik, MVP (Most Valuable Player):

Perjalanan Menuju Final Wilayah Timur:

Pada babak semifinal Wilayah Timur, Miami Heat mengandaskan Milwaukee Bucks dengan skor 4-0

Di Babak Semifinal, Miami Heats menyudahi perlawanan Chicahgo Bulls dengan Skor 4-1

Pada babak Final Wilayah Timur, pertarungan sengit antara Miami Heats dan Indiana Pacers berlangsung hingga gam ke 7 dengan keunggulan Heats 4-3 dan memastikan 1 tempat di Final NBA 2013 melawan pemenang wilayah barat, yaitu San Antonio Spurs.

Final NBA 2013

Final NBA 2013 yang mempertemukan antara pemenang wilyah timur yaitu Miami Heats dan San Antonio Spurs. Pertandingan kali ini menggunakan format best of 7 (seven), yaitu pertandingan akan diselenggarakan sebanyak 7 game, 2 game awal dikandang Miami (staples center), 3 game berikutnya di kandang Spurs (..) dan 2 game terakhir di kandang Miami.

1. Game Pertama, Spurs Menang Skor 92-88. Kedudukan 1-0 Untuk Spurs

Tony Parker tampil gemilang dan memimpin rekan-rekannya untuk memenangi game pertama di kandang Miami Heat

Tony Parker
Tony Parker

Tony Parker tampil gemilang untuk mengantar San Antonio Spurs menang atas Miami Heat 92-88 pada pertandingan perdana Final NBA 2012-2013, Kamis (6/6) waktu Miami.

Heat sempat memimpin sampai akhir kuarter ketiga, namun mulai kedodoran memasuki kuarter keempat. Saat Spurs menguasai bola pada detik-detik terakhir dan unggul 90-88, Parker menggiring bola dari sisi kanan lapangan dan berhasil mengecoh LeBron James untuk menambah dua angka kemenangan.

Secara keseluruhan, Parker berhasil menyumbang 21 poin dan enam assist, sementara James, pemain andalan Heat yang baru saja terpilih sebagai Pemain Terbaik NBA, hanya mampu mencetak 18 poin. Tim Duncan, yang mengincar gelar juara untuk kelima kalinya bersama Spurs, menyumbang 20 poin, 14 rebound dan empat assist.

Bagi Heat, kekalahan tersebut memupus harapan untuk merebut kemenangan laga pertama di kandang sendiri karena pertemuan kedua mereka akan berlangsung di kandang Spurs, Minggu (9/6).

“Pola permainan menyerang kami tidak efektif, terutama pada kuarter keempat, kondisi ini sungguh sangat mengecewakan,” kata Erik Spoelstra, pelatih Miami Heat. “Sekarang kami harus membenahi diri dan bersiap menghadapi pertandingan kedua,” tutupnya

2. Game Kedua, Miami Heat membalas dengan skor 103-84. Kedudukan 1-1

Mario Chalmers menjadi pahlawan kemenangan Miami dengan mencetak angka tertinggi 19 poin. Sedangkan LeBron James finis dengan 17 poin dan tujuh assist.

Le Bron James Mencetak Dunk
Le Bron James Mencetak Dunk

Kehilangan poin di game pertama, Miami Heat berhasil membayar kekalahannya itu di game kedua atas San Antonio Spurs. Mereka menang dengan skor telak 103-84.

Pada pertandingan final NBA di American Airlines Arena, Miami, Senin (10/6/2013) pagi WIB, LeBron James dkk. mulai unggul sejak akhir kuarter kedua dan “mempermalukan” tamunya itu di kuarter keempat.

Setelah bermain 22-22 di kuarter pembuka, Heat menutup babak pertama dengan keunggulan lima poin di skor 50-45.

Di kuarter ketiga tuan rumah kembali mencetak lima angka lebih banyak daripada Spurs, dan mulai menggila di kuarter keempat. Di saat mereka mampu membuat 16 poin dalam enam menit, Spurs hanya dibiarkan mendulang 4 angka!

Sejak itulah kemenangan mulai dipegang tim asuhan Erik Spoelstra itu. Spurs mampu “ngebut” di empat menit terakhir dan total menghasilkan 19 poin, namun mereka sudah terlanjur tertinggal jauh dari Heat dan tetap kalah dengan selisih 19 angka.

Kemenangan ini membuat kedudukan berimbang 1-1, setelah Spurs memenangi game pertama tiga hari lalu dengan 92-88. Spurs akan bermain di kandang di game ketiga dan keempat.

Tiga penampil terbaik Heat adalah LeBron James (17 poin, 8 rebound, 7 assist), Chris Bosh (12 poin, 10 rebound), dan Mario Chalmers (19 poin).

Di kubu Spurs, hanya Danny Green (17), Tony Parker (13) dan Gary Neal (10) yang mengukir poin dua digit, meskipun Kawhi Leonard (14) dan Tim Duncan (11) tampil baik di bawah ring dengan rebound-nya

3. Game Ketiga, Spurs membantai Heat dengan skor 113-77. Kedudukan 2-1 Untuk Spurs

Game ketiga yang diselenggarakan di kandang Spurs, dimenangi oleh Spurs dengan kemenangan telak untuk Spurs, 113-77. Gary Neal mencetak poin tertingginya selama playoff dengan 24 poin.

Gary Neal mencetak poin tertinggi, 24 di game ketiga
Gary Neal mencetak poin tertinggi, 24 di game ketiga

San Antonio Spurs menghajar Miami Heat dengan skor jauh 113-77 pada game ketiga final NBA, Selasa 11 Juni 2013 malam WIB yang berlangsung di San Antonio, Texas, Amerika Serikat. Kini posisi 2-1 untuk keunggulan Spurs.
Dalam laga itu, Gary Neal mencetak poin tertingginya selama playoff dengan 24 poin. Sementara Danny Green menorehkan angka tertinggi dengan 27 poin bagi Spurs.

Spurs kini memimpin 2-1 atas Heat setelah dalam pertarungan sebelumnya takluk di Miami dengan skor 84-103 pada game kedua.

“Tak perlu kaget jika inilah dua tim terakhir yang tersisa di musim ini pada final NBA,” ujar pelatih Spurs Gregg Popovich seperti dikutip AFP.

Kemenangan Spurs kali ini salah satunya juga karena peran Kawhi Leonard yang berhasil menyumbangkan 14 poin, 12 rebound, dan 4 steal ketika San Antonio Spurs bangkit dan berhasil mengalahkan Miami di depan 18.581 penonton yang sebagian besar pendukung tuan rumah di arena AT&T Center.

Green sendiri mencetak 7 dari 9 tembakan tiga angka Spurs yang masuk sehingga timnya dua kali memimpin dengan marjin sangat besar di paruh ke-2 pertandingan, 23-8 di awal kuarter ketiga dan 13-0 di permulaan kuarter keempat. Neal dan Green membuat Spurs melewati Miami dengan 66-33 pada paruh pertama.

“Kedua pemain ini menembak dengan luar biasa. Mereka telah membuat kami lega di ruang ganti di saat kami memang memerlukannya,” ujar bintang Spurs Tim Duncan.

Duncan mencetak 12 poin dan 14 rebound, sementara Manu Ginobili menyumbangkan assist bagi Spurs yang sedang berusaha meraih gelar kelimanya sejak 2007 silam ketika mengunci perlawanan Cleveland Cavaliers yang saat itu juga diperkuat LeBron James pemain Heat.

Dalam pertarungan ketiga ini, Spurs tidak diperkuat Tony Parker yang mengalami cedera hamstring sebelum laga kuarter ketiga.

Sejarah memang sepertinya sedang berpihak pada Spurs. Karena pemenang 3 game pada seri final NBA yang sebelumnya sempat ditahan 1-1 itu biasanya menang di 12 dari 13 pertandingan terakhir.

Dari kubu Heat, James mengaku timnya bermain kurang baik saat menghadapi Spurs.

“Kami tidak tampil baik malam ini. Kami tak bisa bermain seperti itu di kandang lawan jika kami ingin menang. Kami harus berbeda Kamis nanti dan tampil lebih baik,” ujar James.

James sendiri hanya mampu mencetak 4 poindi parun pertama ketika dirinya gagal melakukan tembakan sambil melompat dalam jarak 12 kaki saat waktu tinggal 5 detik di kuarter kedua.

“Kita meraih apa yang pantas kita raih malam ini. Kami tahu harus meningkat pada 48 jam ke depan,” ungkap pelatih Heat Erik Spoelstra.

Game ke-4 akan digelar di San Antonio, Kamis 12 Juni malam waktu setempat.

4. Game Keempat, “Big Three” bawa Miami atasi Spurs dengan Skor 109-93. Kedudukan 2-2

Big Three Miami. James, Wade and Bosh
Big Three Miami. James, Wade and Bosh

Miami Heat berhasil menyamakan kedudukan 2-2 dengan San Antonio Spurs pada final NBA 2013. Heat sukses memenangi game keempat 109-93 yang berlangsung AT&T Center, San Antonio, Kamis 13 Juni 2013 waktu setempat (Jumat pagi WIB).

Heat meraih kemenangan berkat permainan impresif Big Three mereka, LeBron James, Dwyane Wade dan Chris Bosh. Kombinasi ketiganya mampu memberi 85 poin bagi juara bertahan NBA tersebut.

“Jelas tanggung jawab utama ada di kami bertiga. Ketika kami bertiga menemukan ritme permainan bersama, Heat akan sangat sulit dikalahkan,” ujar James yang mendulang 33 poin bagi Heat.

Wade berhasil menorehkan 32 poin, sedangkan Bosh menciptakan 20 poin dan 13 rebound. Pertahanan Heat juga kokoh di game keempat ini, dengan mengubah 18 turnover menjadi 23 poin.

“Kami menguasai hampir seluruh sisi lapangan. Kami bermain agresif. Game berikutnya mungkin kami akan menghadapi tantangan berbeda,” ujar pelatih Heat Erik Spoelstra seperti dilansir Reuters.

Bintang Spurs, Tony Parker, juga mengakui kehebatan permainan Heat. Pemain asal Prancis itu menilai Spurs sering melakukan kesalahan sendiri.

“Kami harus mengurangi turnover. Heat bertahan dengan sangat baik. Mereka mengambil banyak risiko, itu tipikal Heat. Pertahanan mereka sangat agresif, mereka bertaruh dan mengambil banyak peluang,” papar Parker.

Game kelima masih akan berlangsung di markas Spurs, AT&T Center, Minggu 16 Juni 2013 waktu setempat

5. Game Kelima, Manu Ginobili memimpin rekannya di Spurs untuk mengalahkan Miami, Skor 114-104. Spurs untuk sementara unggul 3-2

Di game kelima, Manu Ginobili pemain asal Argentina bermain apik dengan mencatatkan angka 24 poin dan 10 assist untuk memimpin Spurs mengalahkan Miami.

Manu Ginobili
Manu Ginobili

San Antonio Spurs dan Miami Heat menjalani laga kelima Final NBA, Minggu (16/6/2013) malam waktu setempat atau Senin pagi WIB, dengan kedudukan sementara 2-2.

Manu Ginobili yang turun sebagai starter membuka pertandingan dengan tembakan dua poin untuk Spurs, 19 detik laga berjalan. Heat berhasil membalas dengan tembakan bebas Dwyane Wade.

Spurs kembali memimpin dan menutup kuarter pertama dengan tembakan tiga angka Kawhi Leonard, yang membawa timnya unggul 32-19.

Heat membuka kuarter dua dengan tembakan tiga angka Shane Battier. Heat meraih poin lebih banyak dari Spurs di kuarter ini, tapi belum bisa melewati total poin. Spurs masih memimpin dengan 61-52 saat kuarter ini berakhir.

Memasuki lapangan setelah masa jeda, Heat langsung menggebrak. Mereka berhasil menipiskan selisih hingga tertinggal satu angka, setelah dua kali tembakan bebas LeBron James, saat kuarter ini baru berjalan satu menit 36 detik. Namun, Spurs berhasil menjauh.

Heat kembali mendekat, hanya sekitar tiga menit jelang kuarter empat, lewat tembakan Wade, 73-75.

Ginobili yang sedang on fire, memimpin timnya tetap unggul. Pebasket Argentina ini menutup kuarter tiga dengan bank shot-nya yang memastikan Spurs unggul 87-75.

Ginobili jadi pembuka skor untuk Spurs di kuarter empat, dilanjutkan dengan tembakan tiga angka Leonard dan dua poin dari Tim Duncan. Tujuh angka beruntun Spurs hanya mampu dibalas satu poin dari tembakan bebas Mario Chalmers, dalam dua setengah menit awal kuarter empat.

Ray Allen beraksi. Pebasket senior ini melakukan tembakan tiga angka sempurna, dan bahkan mendapat hadiah tembakan bebas karena pelanggaran Danny Green.

Sekali lagi Allen melesakkan tembakan tiga angka, yang disusul dunk Chris Bosh. Heat kembali mendekat dengan 85-98.

Tim Duncan mencetak dua angka yang membawa Spurs menyentuh angka 100.

Allen kembali jadi senjata Heat. Tembakan tiga angka dan dua angkanya membawa Heat makin mendekat dengan 100-109.

Spurs bertahan. Green yang mendapat assist dari Ginobili, melesakkan tembakan tiga angka saat pertandingan tersisa satu menit. Spurs unggul 114-101.

James Jones menyumbang tiga angka untuk Heat, tapi mereka tak mampu mencegah Spurs untuk meraih kemenangan dengan 114-104. Parker menyumbang 26 poin untuk Spurs, sementara Green dan Ginobili masing-masing 24 angka.

Spurs unggul sementara dengan 3-2. Laga keenam akan berlangsung di kandang Heat, Selasa (18/6/2013) malam waktu setempat atau Rabu pagi WIB

6. Game Keenam Menjadi Game dramatis, lewat overtime Heat mampu menyamakan skor 3-3, dengan skor akhir 103-100

Dramatis, itulah kata yang menggambarkan game keenam pada pertandingan antara Miami Heat vs San Antonio Spurs. Di kandang sendiri, Miami memaksakan Over time untuk meraih kemenangan di game keenam. Ray Allen menjadi bintang dalam game ini, setelah mencatatkan lemparan tiga angka yang membuat poin kedua tim imbang dengan skor 95-95 , 4 detik sebelum waktu normal berakhir, (quarter keempat)

Ray Allen, Last Shooter 3 Point.
Ray Allen, Last Shooter 3 Point.

Miami Heat menjamu San Antonio Spurs pada laga keenam final NBA di American Airlines Arena, Selasa (18/6/2013) malam waktu setempat atau Rabu pagi WIB. Spurs datang dengan keunggulan sementara 3-2.

Spurs turun dengan starter sama seperti game kelima, termasuk Manu Ginobili. Chris Bosh dan Tim Duncan yang beradu saat jump ball, membuka angka pertama bagi tim masing-masing.

Saat kuarter pertama berakhir, Heat unggul dua poin, 27-25.

Kuarter kedua dibuka dengan tembakan tiga angka Shane Battier untuk Heat, yang langsung dibalas Danny Green dengan tembakan yang sama.

Heat memimpin perolehan poin. Mario Chalmers memastikan sang juara bertahan unggul 40-33, lima menit kuarter ini berjalan. Namun, Spurs mendekat dengan empat poin beruntun dari Duncan.

Duncan bermain luar biasa. Dia berhasil membawa Spurs menyamakan kedudukan menjadi 44-44, dua menit jelang jeda turun minum.

Hanya 25 detik berselang, dunk Duncan memastikan timnya berbalik unggul 46-44. Spurs terus menjauh dan menutup paruh pertama dengan 50-44.

Ginobili jadi pembuka kuarter ketiga dengan tembakan tiga angkanya. Heat berusaha memangkas ketertinggalan, tetapi Spurs bertahan dan unggul 75-65 saat memasuki kuarter keempat.

Heat mengawali kuarter keempat dengan bagus. LeBron James berhasil menyamakan angka menjadi 82-82. Mereka berhasil membalikkan keadaan dan memimpin perolehan poin hingga dua menit laga tersisa.

Tony Parker membuyarkan kemenangan Heat yang sudah di depan mata. Tembakan tiga angkanya berhasil menyamakan kedudukan 89-89, hanya satu menit 27 detik laga tersisa. Tak sampai di situ, dia berhasil membawa Spurs berbalik unggul dengan jump shot-nya.

Spurs unggul 95-92 saat laga tersisa lima detik.

Namun, Heat tak berhenti. Ray Allen jadi penghancur Spurs dengan tembakan tiga angkanya. Kedudukan berubah imbang 95-95 dan memaksa digelarnya babak tambahan.

Kawhi Leonard membuka angka untuk Spurs dan berhasil dibalas Bosh. Skor masih imbang 97-97.

Leonard kembali menyumbang dua poin. Dengan tambahan satu tembakan bebas dari Parker, Spurs menyentuh angka 100.

Allen dan James membawa Heat berbalik memimpin dengan 101-100 saat laga tersisa 1 menit 43 detik. Heat menjauh 103-100, berkat dua tembakan bebas Allen.

Hingga waktu pertandingan habis, Heat berhasil mempertahankan keunggulan mereka, sekaligus mengubah kedudukan menjadi tiga sama. Artinya, laga ketujuh, yang akan berlangsung pada Kamis (20/3/2013) malam waktu setempat atau Jumat pagi WIB, akan jadi penentu juara NBA musim ini.

7. Game Ketujuh atau Game Pamungkas Dimenangkan oleh Miami Heat Sekaligus Mempertahankan Gelar Juara NBA

Game Ketujuh atau game pamungkas, dimenangkan oleh Miami Heat, dengan skor 95-88 sekaligus mempetahankan gelar yang diraih pada tahun 2012 dan 2006. LeBrone James terpilih sebagai MVP (Most Valuable Player) 2013

LeBron James meraih gelar MVP 2013
LeBron James meraih gelar MVP 2013

Laga ketujuh atau penentuan final NBA antara Miami Heat dan San Antonio Spurs berlangsung di American Airlines Arena, Kamis (20/6/2013) malam waktu setempat atau Jumat pagi WIB.

Kedua tim langsung menerapkan pertahanan ketat yang meredam perolehan poin masing-masing. Tony Parker jadi pembuka angka bagi Spurs yang langsung dibalas oleh LeBron James.
Spurs memimpin tujuh angka lewat dua poin Kawhi Leonard, dengan 11-4, delapan menit kuarter pertama tersisa.

Heat berhasil menyamakan angka, 15-15, lewat jump bank shot, satu menit 16 detik jelang akhir kuarter. Mereka berbalik memimpin dan akhirnya menutup kuarter pertama dengan keunggulan 18-16.

Ini adalah kali pertama dari tujuh laga final di mana kedua tim meraih poin di bawah 20 pada kuarter pertama.

Memasuki kuarter dua, perolehan poin kedua tim meningkat, dengan Heat memimpin.
Spurs berhasil menyamakan angka menjadi 27 sama, setelah tembakan bebas Tim Duncan. Tapi Heat kembali menjauh.

Spurs kembali menyamakan angka, dua menit sebelum kuarter tersisa, dengan 40-40. Tapi Heat bertahan dan Dwyane Wade memastikan timnya menutup paruh pertama dengan keunggulan tipis 46-44.

Leonard membuka kuarter tiga dengan menyamakan kedudukan menjadi 46 sama. Saling kejar poin berlanjut.

Di bawah satu menit, Gary Neal membawa Spurs unggul 69-66. Tapi Shane Battier langsung membalasnya dengan tembakan tiga angka.

Manu Ginobili yang kembali jadi starter pada game ini, membawa Spurs unggul dua poin, 71-69.
Tepat di penghujung waktu, Mario Chalmers memastikan Heat menutup kuarter tiga dengan keungggulan 72-71, berkat tembakan tiga angkanya.

Battier jadi pembuka poin Heat di kuarter empat, yang membawa mereka menjauh dengan 75-71.

Pertahanan ketat kembali diterapkan kedua kubu. Hingga 3,5 menit kuarter ini berjalan, total poin yang dicetak kedua tim hanya sembilan, dengan Heat memimpin 77-75.

Heat terus menambah angka, sementara Ginobili justru melakukan dua kali turnover berturut-turut. James memastikan timnya unggul enam poin, 83-77, lima menit 39 detik laga tersisa.

Battier kembali melesakkan tembakan tiga angka, untuk memperlebar keunggulan atas Spurs dengan 88-82, hanya tiga menit 19 detik jelang akhir pertandingan.

Spurs kembali mendekat berkat three point play Duncan, 85-88. Layup Wade menambah keunggulan Heat menjadi 90-85, sementara usaha Duncan gagal.

Leonard membuat persaingan semakin memanas, dengan melesakkan tembakan tiga angka, tepat dua menit laga tersisa. 90-88 Heat memimpin.

Laga makin menegangkan saat Chalmers gagal melakukan dua tembakan bebas, Leonard gagal melakukan tembakan tiga angka, tembakan tiga angka Battier tidak tepat sasaran, dan Duncan membuang kesempatan menambah dua angka.

James yang akhirnya jadi pemecah angka. Dengan tembakan dua angkanya, Heat unggul empat angka, 92-88.

Heat akhirnya memastikan diri keluar sebagai juara setelah menutup laga ini dengan 95-88. Ini merupakan gelar ketiga Heat setelah 2006 dan 2012

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here